Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Omzet Pedagang Oleh-Oleh di Klaten Naik

Damianus Bram • Jumat, 28 April 2023 | 15:30 WIB
PILIH JAJANAN: Warga perantauan berburu oleh-oleh khas Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kamis (27/4/2023). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
PILIH JAJANAN: Warga perantauan berburu oleh-oleh khas Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kamis (27/4/2023). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARKLATEN.COM – Warga Klaten masih berburu oleh-oleh sebelum balik ke tempat perantauan. Salah satu pusat oleh-oleh yang ramai di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno yang menawarkan produk emping dengan berbagai varian.

Ratmi, 59, warga Desa Jabung, Kecamatan Gantiwarno mengaku membeli rambak, keripik belut hingga emping. Khusus untuk produk emping, dia membeli tiga varian rasa. Yakni tawar, manis, dan manis pedas.

”Untuk empingnya saya membeli 2,5 kilogram, soalnya saya suka. Biasanya untuk camilan keluarga di rumah nantinya. Meski tahu bisa membuat asam urat, tetap saja beli, soalnya enak. Ini rencana saya mau bawa balik ke Kota Depok, Jawa Barat,” ucap Ratmi yang sudah lama merantau di Kota Depok ini, Kamis (27/4/2023).

Senada disampaikan Mariyem, 42, asal Besari, Kecamatan Gantiwarno. Dia juga menyempatkan membeli oleh-oleh terlebih dahulu. Terutama emping yang menjadi khas dari Desa Ceporan tersebut.

”Setahun sekali saja belinya kalau balik kampung. Sebenarnya sudah beli 10 kilogram emping. Tapi ada pesanan lagi untuk membeli,” ucap Mariyem yang sudah lama merantau di Jakarta.

Mariyem menjelaskan, dia membeli oleh-oleh itu tidak hanya untuk dikonsumsi keluarga saja. Tetapi juga dijual kembali di tanah rantau.

Sementara itu, pemilik pusat oleh-oleh berupa emping, Pujo, 70, mengungkapkan, untuk menghadapi momen Lebaran telah menyiapkan 6 kuintal emping. Ada pun harganya dibanderol Rp 65 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kemasan seperempat kilo dibanderol Rp 20 ribu.

”Untuk penjualan tidak hanya di Klaten saja. Tetapi kami juga rutin mengirimkan produk emping ke Malaysia. Dalam satu bulan bisa mengirimkan emping sebanyak 2 ton ke sana,” ucap Pujo.

Pujo menjelaskan, penjualan emping pada momen Lebaran kali ini belum bisa melampau pada tahun sebelumnya. Tetapi dia optimistis untuk produk emping masih diburu para pemudik dan warga perantauan untuk dijadikan oleh-oleh.

”Untuk yang paling favorit untuk diburu yakni emping varian manis pedas. Selain itu, kami juga menyediakan produk lainnya yang diproduksi warga Ceporan,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram
#Oleh-Oleh di Klaten #oleh-oleh #kripik #Pedagang Oleh-oleh #emping #Omzet Pedagang Oleh-Oleh