”Kami pastikan selesai pada akhir bulan ini sesuai dengan kesepakatan. Untuk ekskalator, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan listrik sudah selesai semuanya. Tinggal finishing jalan dan taman saja,” ucap Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten Anang Widjatmoko, Rabu (17/5/2023).
Seperti diketahui, pembangunan Pasar Gedhe Klaten dibiayai oleh pemerintah pusat dengan anggaran sekira Rp 83 miliar. Terdiri dari dua gedung dengan memiliki tiga lantai yang dihubungkan dengan travelator. Memiliki tampilan lebih modern yang siap memenuhi kebutuhan pangan dan sandang.
Pasar Gedhe Klaten sendiri terdiri dari dua gedung. Gedung A Pasar berdiri di bekas bangunan lama pasar sebelumnya yang direncanakan terdapat pujasera di lantai 3. Sedangkan gedung B berdiri di bekas terminal angkutan yang rencananya terdapat foodcurt di lantai dasar.
”Untuk daya tampungnya 1.000 pedagang baik lapak maupun kios. Tetapi soal peresmiannya kapan? Dari Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mensyaratkan harus terisi 70 persen terlebih dahulu. Berarti ya sekira 700 pedagang,” tambah Anang.
Soal pergeseran pedagang lama yang saat ini berjualan di Pasar Darurat di Desa Karanganom, Klaten Utara ke gedung baru masih menunggu arahan dari Bupati Klaten. Meski begitu, DKUKMP Klaten memastikan sudah ada 1.000 pedagang lama yang terdata untuk diprioritaskan menempati Pasar Gedhe tersebut.
Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, untuk peresmian Pasar Gedhe antara Presiden Joko Widodo atau Ketua DPR RI Puan Maharani. ”Tapi masih menunggu 70 persen harus terisi terlebih dahulu,” ucapnya.
Mulyani mengungkapkan, usai pembangunan Pasar Gedhe Klaten selesai, akan dilakukan pemetaan. Terutama dalam penempatan klaster pedagang sayur, makanan hingga pakaian. Menurut Mulyani, hal itu menjadi kewenangan Pemkab Klaten dalam pemetaan penempatan klaster.
”Pasar gedhe yang sekarang kan lebih modern, dilengkapi dengan ekskalator dan semacam lift. Tetapi yang berjualan tetap orang-orang pasar tradisional sehingga perlu dilakukan pemetaan klaster untuk menempatkannya,” tandasnya. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram