Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, rumah sekaligus tempat usaha itu milik Suparjo, 54, warga Dusun Jiwan, Desa Gondangan, Jogonalan. Kejadian kebakaran itu dilaporkan ke Pos Damkar Satpol PP dan Damkar Klaten pada Rabu (31/5/2023) sekira pukul 04.47 WIB.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino menjelaskan dalam memadamkan kebakaran rumah sekaligus tempat usaha itu mengerahkan tiga unit mobil damkar. Sedangkan proses pemadaman baru selesai pada pukul 07.00 WIB.
“Korban baru mengetahui kejadian kebakaran berawal dari area tungku penggorengan pada pukul 03.45 WIB. Selanjutnya korban meminta bantuan kepada warga sekitar kemudian melaporkan kejadian itu ke Damkar Klaten. Tidak ada korban jiwa maupun luka,” ucap Sumino saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Rabu (31/5/2023).
Ada pun area yang terbakar 11 meter x 11 meter dengan estimasi kerusakan mencapai 95 persen. Sumino menjelaskan selama melakukan pemadaman rumah dan tempat produksi kerupuk itu tidak ada kendala yang berarti.
Sementara itu, Kapolsek Jogonalan, AKP Hariyanto menjelaskan, kebakaran diketahui warga ketika melihat bagian belakang rumah korban yang mengeluarkan asap. Lantas warga kemudian membangunkan pemilik rumah dan tempat usaha tersebut.
“Saat dilakukan pengecekan, ternyata api sudah menyala besar pada bagian tungku penggorengan. Penghuni rumah dibantu warga berusaha memadamkan api menggunakan kain yang dibasahi air. Tetapi apa tak kunjung padam hingga akhirnya dilaporkan ke Damkar Klaten,” ucapnya.
Lebih lanjut, Hariyanto memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka akibat peristiwa kebakaran tersebut. Selain itu membakar rumah, api melalap sejumlah barang milik korban. Mulai dari lima unit sepeda motor, tiga sepeda, tiga ponsel, satu laptop, dua kulkas dan surat berharga serta perabotan rumah tangga.
“Untuk kerugian sendiri ditaksir kurang lebih Rp 600 juta,” pungkasnya. (ren/dam) Editor : Damianus Bram