“Saya ikut perhatin. Apalagi sudah ada satu pelaku yang ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum (ABH). Proses hukum sudah berjalan,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani, Jumat (2/6/2023).
Seperti diketahui Satreskrim Polres Klaten sudah menetapkan pelaku dalam kasus meninggalnya AP saat latihan silat yakni Z, 14. Dirinya diduga menendang di bagian bawah dada sebanyak dua kali saat latihan silat tersebut. Hingga akhirnya AP terjatuh membentur bagian lantai masjid sehingga bagian dahi, hidung dan dagu berdarah.
AP juga mengalami luka di bagian dalam tubuhnya. Hingga akhirnya AP meninggal dunia saat perjalanan ke RS PKU Muhammdiyah Delanggu. Jenazahnya sempat di autopsi di RS Bhayangkara, Sleman, Polda DIY untuk mengetahui penyebab kematiannya.
“Tentunya kami menghormati apa yang sudah menjadi keputusan dari aparat penegak hukum (APH). Apalagi hal itu sudah menjadi ranahnya APH (Kepolisian). Harapannya ini bisa menjadi pelajaran bagi generasi muda,” ucap Mulyani.
Ia pun mengajak, anak muda untuk bergandengan tangan untuk bersatu daripada melakukan tindakan yang melanggar hukum. Menurutnya, saat ini waktunya untuk beradu kecerdasan daripada berkelahi. Ia memandang adu otot sudah tidak zamannya karena bisa memicu kasus yang baru saja terjadi itu.
“Untuk generasi lain, apa yang kita lakukan akan berdampak ke kita. Kita menanam baik maka akan menuai yang baik. Kalau menanam yang tidak baik maka akan memperoleh hal yang tidak baik. Kita jadikan pelajaran bagi generasi lainnya, anak-anak lainnya agar kejadian seperti ini tidak terjadi kembali lagi di Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, atlet silat peraih medali emas SEA Games 2023 di Kamboja asal Kabupaten Klaten, Khoirudi Mustakim, 22, berpesan untuk tetap menjaga persaudaraan antar sesama pesilat di Kabupaten Klaten. Menurutnya, dengan belajar diri seperti silat tidak digunakan untuk menjadi jagoan.
“Belajar silat itu untuk menjaga diri. Ilmu yang didapatkan untuk menjalin silaturahmi persaudaraan dengan lainnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Mustakim justru mendorong anak muda di Klaten untuk bisa mengharumkan nama Klaten di berbagai bidang dengan meraih prestasi. Baik di tingkat nasional maupun internasional.
Terkait penanganan kasus meninggalnya AP saaat berlatih silat, Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Lanang Teguh Pambudi akan terus meminta keterangan dari para saksi. Total ada 11 saksi yang akan dimintai keterangan dengan harapan kasus tersebut menjadi lebih terang apa yang sebenarnya terjadi.
“Kami melakukan koordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Klaten. Dikarenakan masih anak-anak baik pelaku maupun saksi,” pungkasnya.(ren/dam) Editor : Damianus Bram