Desa Sidowarno mampu menyisihkan 4.500 desa wisata lainnya di Indonesia hingga akhirnya berhasil masuk dalam 75 besar. Ada pun potensi yang dimilikinya yakni wisata edukasi dengan mengajak wisatawan melihat secara langsung proses pembuatan wayang kulit. Bahkan pengunjung bisa pratik secara langsung.
“Tahun lalu di Desa Wisata Bugisan dengan Candi Kembar (Prambanan, Klaten) kini menghadirkan nuansa yang berbeda yakni budaya Wayang di Desa Sidowarno. Saya harapkan bisa menjadi world class tourism,” ucap Menparekraf Sandiaga Uno.
Dirinya pun mengapresiasi pencapaian Klaten terkait desa wisata yang sudah dua kali berturut-turut berhasil masuk dalam ADWI. Terlebih lagi diharapkan Sidowarno bisa menjadi desa wisata unggulan dengan kunjungan yang terus meningkat.
Ia pun mengingatkan bahwa wayang kulit telah ditetap sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan di bidang cerita narasi serta warisan budaya yang indah dan berharga oleh UNESCO. Maka itu dirinya berharap dengan adanya desa wisata tersebut bisa memberikan multiplier effect yang berdampak bangkitnya perekonomian.
“Kami harapkan melalui program desa wisata itu bisa membuka 4,4 juta lapangan. Desa wisata ini tidak hanya sekadar prestasi dengan banyak-banyakan pengunjung saja. Tetapi kelanjutan dari semua membawa target kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Dalam kunjungannya ke Sidowarno, Sandiaga memandang tidak ada kendala yang berarti. Dari biasanya terkait infrastruktur akses jalan ke desa wisata tetapi tidak ditemui oleh dirinya. Terlebih lagi dirinya begitu takjub dengan antusias pengembangan Desa Wisata Wayang Sidowarno sendiri.
“Untuk pengembangan kedepannya perlu dilakukan digitalisasi. Melakukan diplomasi bahwa wayang itu memiliki kearifan lokal dalam cerita. Seperti tokoh Bima yang menjadi andalan di Sidowarno ini. Bisa menjadi konten yang menarik untuk merajut keberagaman bingkai Pancasila,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, menjadi tahun kedua untuk desa wisata di Klaten masuk dalam ADWI. Sebelumnya yakni Desa Wisata Bugisan, Kecamatan Prambanan kini Desa Wisata Wayang Sidowarno.
“Pada tahun sebelumnya berada di sisi barat, kini di sisi timur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukoharjo dan Solo. Alhamdulillah bisa membawa berkah bagi Sidowarno. Tentunya dengan terus memberikan dukungan,” ucap Mulyani.
Dirinya pun berharap seusai kunjungan dari Manparekraf itu bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Sidowarno. Menjadikan produk wayang kulit yang dihasilkan para perajin banyak di pesan oleh wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.
Ia pun menjelaskan, bahwa Klaten terdiri dari 391 desa dan 10 kelurahan yang tersebar di 26 kecamatan dengan penduduk hampir 1,4 juta. Terlebih lagi sudah membentuk 34 desa wisata. Sedangkan saat ini sudah terbentuk 391 BUMDes dengan 21 BUMDes yang memiliki usaha wisata terutama wisata tirta.
“Seperti diketahui Klaten memiliki potensi wisata airnya sehingga sering disebut sebagai Kota 1001 umbul. Begitu juga memiliki Girpasang yang berada di lereng Merapi. Mohon doa dan dukungannya, Klaten yang diapit dia kota besar tidak hanya sebagai lintasan saja tetapi juga jujugan,” ucapnya.
Mulyani pun berkomitmen untuk mengembangkan desa wisata yang ada di Kota Bersinar. Terlebih lagi hal itu menjadi bagian dari kebangkitan dan pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19. (ren/dam) Editor : Damianus Bram