“Nantinya ada penggantian lantai, memodifikasi tribun dan membenahi bagian penutup atap dan plafon GOR. Tampak luarnya atau bungkusannya nanti akan lebih serasi milenial,” ucap Kepala DPU-PR Klaten Suryanto, kemarin.
Lebih lanjut, Suryanto menjelaskan. GOR Gelarsena yang berdiri saat ini merupakan bangunan era 1986-an. Maka itu, pihaknya menginginkan tampilan GOR menjadi lebih modern setelah dilakukan revitalisasi.
“Untuk kapasitas GOR nantinya akan menjadi berkurang. Mengingat tribun yang menjorok kedepan mengganggu lapangan. Tetapi untuk kapasitasnya menjadi berapa masih menunggu perhitungan. Tribunnya biasa saja, tidak menggunakan single seat,” ucap Suryanto.
Ia pun menekankan, revitalisasi yang dilakukannya fokus pada penyediaan sarana olahraga. Ada pun anggarannya dari APBD Klaten sekira Rp 8,5 miliar yang digunakan untuk pembenahan gedung utama GOR secara keseluruhan. Sedangkan dari APBD provinsi Jawa Tengah sekira Rp 2 miliar untuk penataan di luar GOR.
“Jadi pembenahan tidak hanya dilakukan pada GOR saja. Tetapi kami akan melakukan penataan pada taman. Termasuk lapangan tenis yang ada di kawasan GOR juga akan kami benahi,” tambah Suryanto.
Dalam perencanaan revitalisasi dan penataan GOR Gelarsena juga terdapat usulan untuk pembuatan lapangan basket pula. Meski begitu, untuk kepastiannya, dirinya masih menunggu desain terakhir nantinya seperti apa.
Saat ini dokumen untuk revitalisasi dan penataan sudah dimasukan ke Badan Layanan Pengadaan (BLP) Klaten untuk dilelangkan. Harapannya bisa segera dilaksanakan oleh pemenang lelang.
“Nantinya setelah dilakukan perbaikan dan penataan, GOR juga bisa digunakan aktivitas lainnya. Seperti konser kecil-kecilan karena untuk panggungnya pada GOR tetap kami pertahanakan tapi dimodifikasi. Kalau untuk konser yang akbar belum bisa,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Sri Nugroho mengungkapkan selama revitalisasi GOR Gelarsena Klaten akan ditutup sekira lima bulan.
“Untuk bangunan utamanya tidak dirobohkan. Tapi yang pasti bagian lantai lapangan hingga tribunnya diganti. Begitu juga dengan kaca-kaca pada GOR juga diganti,” ucap Sri Nugroho.
Lebih lanjut, Sri Nugroho mengungkapkan, seusai direvitalisasi, nantinya GOR Gelarsena Klaten tidak hanya digunakan untuk kegiatan olahraga saja. Tetapi juga multi event lainnya karena diharapkan juga memberikan pemasukan untuk pendapatan asli daerah (PAD).
“Kami mengacu pada aturan pada perda juga dipergunakan untuk multi event. Direncanakan GOR akan di buka kembali pada Desember nanti,” pungkasnya. (ren/dam) Editor : Damianus Bram