Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo, dua spanduk tersebut bertuliskan “Pak Sarwono Sekdes mu Edan Pecaten” dan “Pecat Sekdes Mandong”. Kemudian satu spanduk lainnya tertulis “Kepala Desa Harus Mengambil Tindakan Tegas” lalu ditambah dengan hastag #Pecat. Dua spanduk itu sudah terpasang sejak Jumat (16/6/2023) lalu. Spanduk itu seiring isu dugaan adanya asmara antara sekretaris desa (sekdes) dengan salah satu perangkat desa di Mandong.
”Kalau saya sendiri melihat spanduk itu sejak Sabtu (17/6) pagi. Tahu-tahu sudah terpasang di lokasi itu. Saya tidak tahu siapa yang memasangnya,” ucap Sadiono, warga setempat, kemarin (19/6/2023).
Saat ditanya apakah pemasangan spanduk berkaitan dengan isu asmara antara sekdes dan perangkat desa yang ada desanya, Sadiono mengaku tidak tahu menahu soal itu. Sementara itu, Jawa Pos Radar Solo, sempat menghubungi sekdes Mandong terkait tudingan tersebut. Tetapi belum juga mendapatkan respons.
Kepala Desa (Kades) Mandong Sarwono mengungkapkan, terkait isu yang beredar itu, pihaknya sudah melakukan konfirmasi kedua pihak yang terkait. Termasuk menghadirkan berbagai pihak saat konfirmasi tersebut.
”Untuk hasilnya (dari konfirmasi, Red) belum bisa disampaikan. Ini menunggu rekomendasi dari camat,” ucapnya.
Camat Trucuk Rabiman mengungkapkan, pihaknya sudah mengetahui terkait pemasangan spanduk tersebut. Guna meredam gejolak di desa tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek Trucuk.
”Kami sudah berkoordinasi dengan polsek untuk meredam gejolak yang ada di masyarakat. Jadi masyarakat menyampaikan aspirasinya melalui spanduk itu,” ucap Rabiman.
Terkait isu dugaan perselingkuhan tersebut, Rabiman mengungkapkan, akan menyelesaikan dengan melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) maupun Inspektorat Klaten. ”Itu sudah pasti,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani sudah mengetahui terkait isu yang bergulir di Desa Mandong tersebut. Meski begitu, pihaknya menekankan bahwa hal tersebut merupakan ranah pribadi. ”Itu pribadi ya, seseorang. Kalau saya intinya ya, nggak mau tahu ah,” ucapnya sambil enggan meneruskan jawabannya terkait hal tersebut. (ren/adi/dam) Editor : Damianus Bram