Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kemenkes Canangkan Imunisasi IPV2 Tingkat Nasional di Klaten, Waspada Virus Polio yang Bermutasi

Syahaamah Fikria • Kamis, 22 Juni 2023 | 02:39 WIB
(Dari kiri ke kanan) Menkes Budi Gunadi Sadikin, Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dan Bupati Klaten Sri Mulyani saat meninjau pelaksanaan Imunisasi IPV2 di Grha Bung Karno, Klaten, Rabu (21/6). (I
(Dari kiri ke kanan) Menkes Budi Gunadi Sadikin, Ketua DPR RI Puan Maharani, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dan Bupati Klaten Sri Mulyani saat meninjau pelaksanaan Imunisasi IPV2 di Grha Bung Karno, Klaten, Rabu (21/6). (I
RADARSOLO.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencanangkan imunisasi inactivated polio vaccine (IPV) di Grha Bung Karno (GBK) Kabupaten Klaten, Rabu (21/6). Imunisasi tersebut merupakan vaksinasi dosis kedua untuk virus polio dengan sasaran para balita.

Pencanangan dilakukan langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Klaten Sri Mulyani. Serta didampingi bupati dan wali kota se Solo Raya.

Jawa Tengah dan Kabupaten Klaten dipilih sebagai lokasi pencanangan dikarenakan jumlah penduduk yang besar dalam skala nasional. Terlebih Klaten sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di Solo Raya.

Menkes Budi menyampaikan, imunisasi IPV dosis kedua atau IPV2 merupakan vaksinasi tambahan untuk melengkapi imunisasi polio yang sudah diterapkan di Indonesia. Imunisasi polio dosis kedua itu sebagai perlindungan optimal terhadap virus polio yang bermutasi.

“Sebenarnya Indonesia sudah eliminasi polio sejak 2014. Tetapi karena adanya pandemi Covid-19, vaksinasi di seluruh dunia disibukkan dengan imunisasi Covid-19 sehingga terjadi mutasi virus polio. Ini memicu outbreak polio, bukan hanya di Indonesia, namun juga dunia,” ucap Budi.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, gerakan tersebut sebagai akselerasi imunisasi untuk pencegahan virus polio pada balita. Bagi anak usia di bawah 9 bulan, mendapatkan imunisasi polio sebanyak dua kali melalui suntikan. Ditambah empat kali melalui oral imunisasi polio tetes (bOPV). Harapannya dapat mencegah penyebaran varian baru virus polio.

“Imunisasi polio adalah imunisasi rutin yang diberikan pada anak-anak yang sudah lama menjadi program nasional dan gratis diberikan. Selanjutnya dibutuhkan kesadaran sosial dari masyarakat untuk mendukung gerakan ini. Polio bersifat menular, maka pelaksanaan imunisasi harus dilakukan secara luas. Minimal 90 persen dalam komunitas masyarakatnya,” terang dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi pencanangan gerakan nasional imunisasi polio dosis kedua tersebut. Dia pun berharap gerakan yang diinisiasi di Jawa Tengah dapat mengunggah kesadaran masyarakat untuk melindungi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa terhadap varian baru virus polio.

“Data dari aplikasi Sehat Indonesiaku untuk capaian imunisasi polio di Jawa Tengah periode Januari-Mei 2023 baru 24,5 persen. Artinya, masih perlu digenjot terus. Saatnya kita semua melakukan genjotan itu agar anak-anak menjadi generasi yang sehat dan terlindungi dari virus polio,” papar Ganjar.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti tentang pentingnya sosialisasi yang masif agar masyarakat menjadi lebih paham pentingnya imunisasi IPV2 ini. Ia berharap Kemenkes bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mensosialisasikan gerakan tersebut agar informasi tentang imunisasi polio dosis kedua dapat tersampaikan dengan baik di seluruh lapisan masyarakat.

“Saya harap disampaikan dengan bahasa yang sesederhana mungkin agar masyarakat paham dan tidak muncul kekhawatiran di tingkat masyarakat. Tidak beredar wacana yang menyesatkan atau hoax yang tersebar dan menghambat capaian imunisasi polio,” ucapnya.

Usai pencanangan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung pemberian imunisasi IPV2 kepada balita di Grha Bung Karno. (ren/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#kemenkes #imunisasi polio #ganjar pranowo #bupati klaten sri mulyani #puan maharani #IPV