Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

DKPP Klaten Siapkan 5.000 Dosis Vaksin Antraks untuk Ternak Daerah Perbatasan Gunung Kidul

Angga Purenda • Rabu, 12 Juli 2023 | 21:44 WIB
AMAN: Sejumlah ternak sapi yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Jatinom, Klaten, beberapa waktu lalu. Seiring kasus antraks, harga sapi tetap stabil. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
AMAN: Sejumlah ternak sapi yang diperjualbelikan di Pasar Hewan Jatinom, Klaten, beberapa waktu lalu. Seiring kasus antraks, harga sapi tetap stabil. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

RADARKLATEN.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten telah menyiapkan 5.000 dosis vaksin antraks untuk disuntikan ke ternak di perbatasan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran penyakit zoonosis tersebut ke wilayah Klaten.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, DKPP Klaten, Triyanto menjelaskan, pihaknya sudah koordinasi dengan Balai Besar Veteriner Wates. Pada lembaga tersebut tersedia 50.000 dosis vaksin antraks.

”Sementara ini 5.000 dosis vaksin dulu. Harapannya pelaksanananya berjalan dengan lancar. Kalau didasarkan pada kebutuhan ya belum cukup,” ucap kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (11/7/2023).

Ada pun rencana vaksinasi antraks ternak dilakukan pada 17-18 Juli mendatang. Sasarannya meliputi Desa Burikan, Kecamatan Cawas; Desa Ngerangan, Nengahan dan Bogem, Kecamatan Bayat. Lalu Desa Kadilanggon, dan Kaligayam di Kecamatan Wedi dan Desa Karangturi, Jogoprayan, Katekan, Gentan di Kecamatan Gantiwarno.

”Sebelum pelaksanaan vaksinasi pada 14 Juli mendatang akan dilaksanakan rakor terlebih dahulu. Melibatkan kepala desa (kades), camat, polsek, koramil, penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan petugas,” tambah Triyanto.

Selain itu, pihaknya akan sosialisasi peternak di wilayah perbatasan agar lebih waspada terhadap penyakit antraks karena bisa menular ke manusia. Salah satunya dengan mengenali ciri-cirinya.

”Biasanya timbul bopeng pada bagian kulitnya. Lalu telinga mengeluarkan darah. Itu yang berbahaya. Tapi juga tidak memberikan tanda-tanda, langsung saja mati secara mendadak,” ucap Triyanto.

DKPP Klaten mengingatkan kepada seluruh peternak di wilayah perbatasan Gunung Kidul untuk tidak memotong sapi yang mati secara mendadak. Apalagi mengonsumsinya karena dikhawatirkan terjangkit antraks. Apabila menemukan kasus tersebut untuk segera melaporkan kepada petugas.

”Sampai hari ini tidak ada kasus antraks di Klaten. Tidak mempengaruhi juga terhadap harga sapi,” tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono meminta DKPP Klaten terus mengikuti perkembangan penyakit antraks di wilayah Gunung Kidul. Mengingat terdapat sejumlah desa di Klaten yang perbatasan secara langsung. (ren/adi/dam)

Editor : Damianus Bram
#antraks gunungkidul #DKPP Klaten #antraks #Vaksin Antraks