Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Petani Tembakau di Klaten Digelontor Alsintan

Angga Purenda • Senin, 17 Juli 2023 | 02:58 WIB
PEMIHAKAN: Bupati Klaten Sri Mulyani (enam dari kiri) saat penyerahan bantuan alsintan untuk petani tembakau di halaman kantor DKPP Klaten, Kamis (13/7/2023).
PEMIHAKAN: Bupati Klaten Sri Mulyani (enam dari kiri) saat penyerahan bantuan alsintan untuk petani tembakau di halaman kantor DKPP Klaten, Kamis (13/7/2023).

RADARKLATEN.COM – Peningkatan kualitas dan produktivitas pertanian tembakau di Kota Bersinar, harus didukung sarana-prasarana (sarpras) memadai. Hal itu diwujudkan Pemkab Klaten, melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang menyasar kelompok petani tembakau.

Bantuan diserahkan Bupati Klaten Sri Mulyani di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten, Kamis (13/7/2023).

Bantuan tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Mulyani berharap bantuan alsintan untuk petani tembakau ini, memudahkan mereka dalam beraktivitas. Mulai dari proses tanam hingga pascapanen tembakau.

“Semoga bantuan ini dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok petani tembakau. Karena bantuan ini untuk mendukung keberlanjutan pertanian. Sehingga produktivitasnya lebih banyak. Mampu meningkatkan kesejahteraan para petani tembakau,” kata Mulyani.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan DKPP Klaten Lilik Nugraharja menambahkan, bantuan alsintan yang digelontorkan senilai Rp 3 miliar. Di antaranya kendaraan roda tiga untuk mengangkut tembakau hasil panen.

“Total ada 27 unit kendaraan roda tiga. Diharapkan alsintan ini bisa meringankan beban para petani tembakau. Terutama ketika mengangkut tembakau,” sambung Lilik.

Selain kendaraan roda tiga, juga digelontorkan 10 unit alat sprayer. Termasuk peningkatan bahan baku untuk pupuk NPK, ZA, dan pupuk cair. Seluruh bantuan diberikan kepada kelompok petani tembakau, yang tersebar di 16 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Manisrenggo, Prambanan, Jogonalan, Gantiwarno, dan Trucuk.

Pupuk juga termasuk sasaran bantuan. Sesuai usulan dari petani tembakau. Dampak dari berkurangnya kuota pupuk subsidi bagi petani. Apalagi bantuan peningkatan bahan baku untuk pupuk tahun ini, belum mencukupi kebutuhan para petani tembakau.

“Para petani tembakau minta, tahun depan bantuan pupuknya diperbanyak. Mereka kesulitan mendapatkan pupuk. Sehingga bantuan pupuk menjadi prioritas ke depannya,” beber Lilik.

Bantuan yang diberikan kepada petani tembakau tahun ini, sudah sesuai perencanaan sebelumnya. Harapannya bantuan itu mampu mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas tembakau di Kota Bersinar.

Terkait luasan tanam tembakau tahun ini, di Klaten mencapai 4.000 hektare. Terdiri dari masing-masing 2.000 hektare tembakau asepan dan tembakau rajangan. Khusus tembakau asepan, sedang jaya-jayanya. Karena banyak permintaan dari pasar luar negeri.

“Jumlah petani tembakau di Klaten berapa, kami tidak hafal. Tetapi jumlah buruh petani tembakau di Klaten, yang kemarin diajukan sekira 4.000-an orang,” paparnya. (ren/fer/dam)

Editor : Damianus Bram
#Bantuan Alsintan #DBHCHT #DKPP Klaten #alsintan #Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau #pertanian tembakau