RADARKLATEN.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus mempercepat pembangunan di desa yang masuk zona merah kemiskinan. Salah satu upayanya dengan menggulirkan program Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB). Seperti yang mulai dilaksanakan di Desa Banyuaeng, Kecamatan Karangnongko pada Selasa (18/7/2023).
Ada pun sasaran pokok dari KBMKB meliputi betonisasi jalan dengan panjang 300 meter, lebar tiga meter dan tebal 15 cm. Sedangkan pembangunan talud dengan panjang 634 meter, lebar 35 cm dan tinggi 1 meter.
Selain pembangunan fisik, juga terdapat sasaran non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan stunting, pelayanan posbindu, pelayanan KB hingga pelayanan posyandu. Sedangkan untuk pelaksanakaan mulai 18 Juli hingga 15 Agustus mendatang.
Dalam pelaksanaanya melibatkan tenaga kerja setiap harinya dari personel TNI sebanyak 30 orang, teknisi empat orang dan aparat desa tiga orang. Begitu juga keterlibatan dari masyarakat sebanyak 40 orang sehingga total keseluruhan terdapat 77 orang.
“Sasaran pokok dari KBMKB ini merupakan betonisasi jalan dan pembangunan talud. Ada pun tujuan dilaksanakan kegiatan mempercepat pembangunan di daerah. Sudah banyak desa yang mengajukan ke kami untuk dilaksanakan KBMKB,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani usai menjadi inspektur upacara dalam pembukaan KBMKB di Lapangan Desa Banyuaeng, Selasa (18/7/2023).
Lebih lanjut, Mulyani menjelaskan, kegiatan KBMKB akan dilaksanakan di enam desa. Program tersebut hampir serupa dengan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Dalam pelaksanaannya dilakukan sengkuyung dengan melibatkan para personel TNI, aparat desa hingga masyarakat.
“Harapan kami melalui KBMKB itu menjadikan pembangunan semakin merata di Klaten. Terutama dengan memprioritaskan desa-desa yang masuk zona merah kemiskinan ekstrem. Untuk indikatornya sudah ada,” ucap Mulyani.
Mulyani menyebutkan, KBMKB menjadi program unggulan Pemkab Klaten yang fokus pada pembangunan infrastruktur. Salah satunya pada ruas jalan pertanian maupun penghubung antar desa. Harapannya melalui betonisasi dan talud mampu menggerakan perekonomian di Kota Bersinar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Klaten, Wahyuni Sri Rahayu menjelaskan, untuk pelaksanaan KBMKB selain di Desa Banyuaeng juga direncanakan di Desa Beteng, Kecamatan Jatinom dan Desa Boto, Kecamatan Wonosari.
“Itu yang ada di APBD murni. Sedangkan dalam perubahan anggaran sedang kita ajukan. Nantinya akan kita tunggu untuk lokasi dan anggarannya,” ucap perempuan yang akrab dipanggil Dayu ini.(ren)
Editor : Damianus Bram