RADARKLATEN.COM - Klaten Lurik Carnival (KLC) akhirnya digelar kembali pada Minggu (30/7/2023) sore. Setelah beberapa tahun absen akibat pandemi Covid-19. Ada pun tema yang diangkat dalam KLC kali ini yakni "Beauty Of Lurik Klaten".
KLC digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-219 Klaten dengan menampilkan potensi unggulan berupa lurik. Ada 18 kelompok yang tampil mengenakan busana hingga kostum lurik di sepanjang jalan protokol. Mereka berasal dari sejumlah perusahaan swasta dan rumah sakit di Klaten yang berkolaborasi dengan desainer dan pelaku UMKM lurik.
Peserta KLC start dari Taman Lampion, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara dan finish di depan Rumah Dinas Bupati Klaten. Total jarak yang ditempuh sekira 2 Km. Setiap kelompok setidaknya ada 10 orang yang menggunakan lurik dengan berbagai kreativitasnya.
Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk tampil di depan pangggung kehormatan yang berada di rumah dinas bupati selama tujuh menit. Penampilan dari setiap kelompok langsung dilakukan penilaian dari dewan juri.
“KLC ini sebagai media promosi lurik Klaten. Bagaimana lurik dahulunya begitu jadul. Tetapi oleh para pelaku UMKM dapat dikreasikan sehingga bisa digunakan untuk apa pun,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani ditemui wartawan seusai gelaran KLC.
Lebih lanjut, Mulyani mengungkapkan, lurik menjadi aset dari Klaten. Terlebih lagi pada 2022 telah mendapatkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Mulyani menjelaskan, lurik berasal dari kain tenun yang prosesnya menggunakan mesin maupun alat tenun bukan mesin (ATBM). Ada pun keunggulan dari kain lurik Klaten sendiri dirasakan begitu adem saat dibuat menjadi busana.
“Melalui KLC ini diharapkan lurik bisa dipromosikan kepada masyarakat luas. Apalagi lurik ini layak dijual di luar negeri juga. Apalagi bahannya bagus, apalagi layak digunakan untuk berbagai acara,” ucap Mulyani.
Mulyani berharap dengan gelaran KLC itu menjadikan lurik semakin membumi di Klaten. Terlebih dikenal secara luas hingga ke mancanegara sebagai potensi unggulan Kota Bersinar.
Sementara itu, salah satu peserta dari rumah sakit swasta di Klaten tak hanya menampilkan kecantikan busana bermotif lurik saja. Tetapi menjadi ajang sosialisasi pencegahan stunting lewat pertunjukan drama teatrikal yang dikreasikan dengan penggunaan busana lurik.
“Untuk persiapannya sendiri sekira satu minggu. Dari penampilan kami tak hanya mempromosikan lurik saja. Tetapi juga menyampaikan pesan terkait pencegahan stunting kepada masyarakat,” ucap perwakilan kelompok, Siti Komariyah.
Di sisi lain, dirinya mengapreasi gelaran KLC yang diadakan kembali untuk memperingati Hari Jadi ke-219 Klaten tersebut. Diharapkan masyarakat Kota Bersinar bisa menggunakan busana lurik dalam keseharian. Menurutnya, cocok digunakan untuk bekerja maupun keseharian dalam menghadiri berbagai acara.
“Luriknya ini tak kalah menarik dengan batik. Apalagi bisa dikreasikan dengan berbagai hal,” pungkasnya.(ren)
Editor : Damianus Bram