RADARKLATEN.COM - Pemerintah Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno menangkap peluang atas wilayahnya yang berada di jalur wisata. Salah satunya dengan mengembangkan taman kuliner yang dibangun di tanah kas desa. Lokasinya tepat di perbatasan antara Klaten, Jawa Tengah dengan Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).
“Taman kuliner ini bernama Griya Sari Buana. Ada 12 lapak yang kami bangun di taman kuliner. Lapak itu digunakan untuk menjajakan produk UMKM dari setiap RT yang ada di Katekan,” ucap Kepala Desa Katekan, Saridi, Senin (31/7/2023).
Lebih lanjut, Saridi menjelaskan, taman kuliner itu dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Seperti pendapa, musala, meeting room hingga gazebo. Dalam kawasan taman kuliner juga dilengkapi kolam renang yang masih dalam proses pembangunan.
Nantinya juga dilengkapi dengan wahana permainan anak-anak. Terlebih lagi pemerintah desa sudah membeli permainan mobil-mobilan sekira lima unit. Harapannya bisa menjadi daya tarik sehingga meningkatkan kunjungan wisatawan ke Taman Kuliner Griya Sari Buana itu.
“Taman kuliner ini di bangun di tanah kas desa seluas 2 hektar. Sebelumnya merupakan tanah tak produktif. Sebelum dibangun taman kuliner, kami telah membangun 10 kios secara bertahap selama tiga tahun. Untuk pengembangannya y ataman kuliner ini,” tambah Saridi.
Saridi mengungkapkan, pembangunan taman kuliner dilakukan secara bertahap selama beberapa tahun terakhir. Anggarannya bersumber dari dana desa serta bantuan keuangan khusus dari APBD Klaten. Ada pun anggaran yang sudah digelontorkan untuk pengembangan taman kuliner itu mencapai sekira Rp 900 juta.
Pembangunan taman kuliner dilakukan untuk menangkap peluang tanah kas desa yang berada di wilayah perbatasan. Sebagai informasi, lokasi lahan tepat berada di perbatasan dengan Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIJ. Sedangkan jalan di depan taman kuliner itu menjadi penghubung antar dua provinsi sekaligus menjadi jalur wisata.
“Jalan di depan ini merupakan jalan menuju ke Gunungkidul. Termasuk ke objek wisata seperti ke Gunung Api Purba (Nglanggeran, Gunungkidul) dan Obelix Hills. Sedangkan kalau ke barat ada Candi Ijo. Lalu lintasnya memang cukup ramai,” ucap Saridi.
Ia pun berharap dengan dibangunnya taman kuliner itu bisa mendongkrak pendapatan asli desa (PAD). Mengingat sebelumnya tidak memiliki PAD. Tetapi setelah dilakukan pengembangan kios yang kemudian dilanjutkan taman kuliner itu bisa memberikan masukan Rp 35 juta per tahun.
Sementara itu, Taman Kuliner Griya Sari Buana sendiri langsung diresmikan Bupati Klaten Sri Mulyani. Peresmiannya saat Mulyani melakukan sambang warga beberapa hari lalu di daerah tersebut.
“Dulu memang ini saya janjikan untuk segera dikembangkan menjadi taman kuliner. Kami bantu melalui bantuan aspirasi bupati. Dikarenakan di sini perlu dikembangkan baik infrastruktur maupun pengembangan desanya,” ucap Mulyani.
Lebih lanjut, Mulyani menjelaskan daerah perbatasan seperti di Desa Katekan itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Apalagi daerah perbatasan memiliki peran yang strategis. (ren)
Editor : Damianus Bram