RADARKLATEN.COM – Ajang Jombor Run di Rowo Jombor, Sabtu pagi (5/8) kebanjiran peserta. Total diikuti 1.000 pelari, dari berbagai kota di Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar), Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), hingga Sumatera Utara.
Kondisi itu membuat objek wisata Rowo Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat dengan event jombor run berpotensi dikembangkan jadi sport tourism. Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten pun hendak menjadikan event tersebut sebagai embrio ke skala nasional.
Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Disbudporapar Klaten Purwanto mengatakan tak lama setelah pendaftaran Jombor Run dibuka, kuotanya langsung ludes.
“Kami batasi 1.000 peserta saja. Memang Rowo Jombor potensial untuk sport tourism di Klaten. Jadi nanti tidak hanya fokus di Rowo Jombor saja. Tetapi juga desa wisata yang bermunculan. Sangat bagus dikembangkan untuk sport tourism,” ungkap Purwanto.
Jombor Run menempuh rute sekira 5,7 kilometer (km). Peserta berlari mengelilingi bendungan seluas 186 hektare tersebut. Lomba dibagi dua kategori, yakni umum dan pelajar. Mengambil start dan finis di Taman Nyi Ageng Rakit Rowo Jombor.
“Mengembangkan potensi olahraga sekaligus wisata Rowo Jombor. Juga meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Ke depan event ini akan dikembangkan agar lebih semarak,” papar Kepala Disbudporapar Klaten Sri Nugroho. (ren/fer)
Editor : Damianus Bram