Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Purwadi, Warga Prambanan Pulang Setelah 17 Tahun Menghilang: Belasan Tahun Tinggal di TPS

Angga Purenda • Rabu, 16 Agustus 2023 | 18:57 WIB
PULANG: Purwadi saat melakukan perekaman data e-KTP di Kantor Disdukcapil Klaten. Dia pulang setelah 17 tahun menghilang.
PULANG: Purwadi saat melakukan perekaman data e-KTP di Kantor Disdukcapil Klaten. Dia pulang setelah 17 tahun menghilang.

RADARKLATEN.COM - Sejak 2006 silam, Purwadi, 46, warga Desa Sengon, Kecamatan Prambanan menghilang. Selama 17 tahun, batang hidungnya tak terlihat. Bahkan dinyatakan meninggal dunia. Hingga akhirnya, dia dipulangkan ke Klaten pada Sabtu (12/8) silam oleh salah satu yayasan di Jakarta. Dia tampal ringkih. Bahkan harus menjalani perawatan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Tubuh lemas Purawadi bagai tulang berbalut kulit. Dia dibaringkan di kasur RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro untuk mendapat perawatan. Setelah 17 tahun menghilang, akhirnya dia pulang. Pengurus salah satu yayasan di Jakarta memulangkannya Sabtu lalu. Kepulangannya disambut keluarga, pemerintah desa serta relawan. Sejak 2006, Purwadi tinggal di Cengkareng, hingga akhirnya informasi keberadaan Purwadi beredar di media sosial.

Perginya Purwadi pada 2006 silam telah ditindaklanjuti petugas Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Klaten. Kemudian dari yayasan di Jakarta itu yang mengantarkan pulang. Pria berbadan kurus tersebut diketahui pernah tinggal di tempat pembuangan sampah (TPS). Lalu ditemukan oleh ketua yayasan itu dan ditampung di rumahnya.

“Informasi yang saya terima selama beberapa waktu Purwadi sempat tinggal di daerah tempat pembuangan sampah. Dia sempat dibawa ke rumah ketua yayasan dan kemudian diantar pulang ke Klaten. Purwadi sempat menyampaikan asalnya dari Desa Sengon, Kecamatan Prambanan kepada pengurus yayasan,” ucap relawan asal Desa Sengon, Rahmad Widodo, kemarin (15/8).

Pasca kepulangan Purwadi, dia membantu mengurus dokumen kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Melakukan perekaman data e-KTP hingga terbit kartu keluarga. Kemudian pria tersebut dibawa ke RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten guna menjalani perawatan. Lantaran Purwadi mengalami masalah pencernaan dan harus menjalani rawat inap.

Kepala Desa (Kades) Sengon, Agus Sumaryono, mengaku tak tahu penyebab Purwadi pergi dari rumah pada 2006. Rumah di Desa Sengon sendiri merupakan tempat tinggal orang tuanya. Sebelum pergi pada 2006, Purwadi tinggal di wilayah Kecamatan Jogonalan.

“Dia dulu itu bekerja sebagai sopir truk. Pasca gempa bumi 2006, Purwadi pergi selama belasan tahun. Keluarga sebenarnya sudah berupaya mencari keberadaan Purwadi tetapi tidak membuahkan hasil,” ucap Agus.

Merasa tak bisa melacak keberadaan Purwadi, keluarga mengajukan surat kematiannya pada 2011 silam. Pemdes mengeluarkan surat tersebut. Lantaran surat itu diperlukan untuk memudahkan akses pendidikan kedua putra Purwadi. Sedangkan Purwadi sebenarnya sudah ditemukan salah satu yayasan di Jakarta sejak 2019.

Dari informasi yang diterima Agus dari pengurus yayasan, Purwadi ditemukan dalam kondisi depresi. Terlebih lagi tidak berpindah-pindah lebih dari area 500 meter. Pengurus yayasan lantas membawa Purwadi hingga akhirnya menceritakan jika dia berasal dari Sengon. Purwadi juga menyebutkan nama orang tua dan anaknya.

“Informasi terkait asal usul Purwadi kemudian disebar melalui media sosial. Hingga akhirnya keluarga Purwadi terlacak oleh yayasan di wilayah Desa Sengon. Lalu diantarkan pulang oleh pengurus yayasan,” jelasnya.

Dirinya pun merasa terenyuh atas kisah warganya yang menghilang belasan tahun itu akhirnya pulang ke rumah. Terlebih lagi masih ada orang yang baik menolong dan mempertemukan dengan keluarganya.(*/rgl)

Editor : Damianus Bram
#pulang setelah lama hilang #purwadi #orang hilang