RADARSOLO.COM - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Soeradji Tirtonegoro Klaten (RSST) menggelar soft opening Poliklinik
Eksekutif Tirta Cendana, bertepatan dengan HUT ke-78 Kemerdekaan RI, Kamis (17/8). Poliknik eksekutif ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada 1 September mendatang.
Soft opening ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng oleh Plt Direktur Utama RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten, dr Endang Widyaswati. Pengoperasian poliklinik itu dilatarbelakangi dengan meningkatnya permintaan pelayaan kesehatan yang eksekutif.
“Maka, RSST membuka unit pelayanan khusus poliklinik eksekutif ini. Nantinya akan ditangani oleh 42 tenaga dokter sepesialis,” ucap Endang.
Baca Juga: Kirab HUT RI di Karanganyar Diramaikan Bendera 78 Meter hingga Aksi Bagi Permen Bupati
Pelayanan eksekutif di Poliklinik Tirta Cendana ini juga meliputi layanan nonmedis. Seperti kecepatan dan ketepatan pelayanan obat yang eksklusif. Sehingga pasien maupun keluarga pasien tidak perlu mengantre di apotek. Sebab, obat akan langsung diantarkan kepada pasien.
Bahkan untuk parkir kendaraan pasien maupun keluarga pasien di Poliklinik Eksekutif Tirta Cendana telah disediakan lahan khusus. Terpisah dengan parkir kendaraan pasien umum.
“Lewat peningkatan pelayanan di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Klaten ini diharapkan dapat bermanfaat bagi peningkatan derajat kesehatan warga Klaten pada khususnya. Begitu juga warga di Jawa Tengah dan sekitarnya. Apalagi pasien kami juga datang dari berbagai daerah, eperti Jawa Barat, Jawa Timur dan Jogjakarta,” ucap Endang.
Sementara itu, ketua panitia soft launching Poliklinik Eksekutif Tirta Cendana, dr Dian Ibnu Wahid menerangkan, pelayanan dengan standar seperti poliklinik eksekutif tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun karena ada perampingan bangunan, maka dihapus.
“Dari Kementerian Kesehatan diminta untuk dibuat lagi. Kita bergerak cepat, sehingga bisa membangun layanan eksekutif ini. Harapan kami akan ada banyak layanan baru yang dibuka di poliklinik eksekutif ini,” ujar dia.
Lebih lanjut, Dian menjelaskan, pembangunan poliklinik eksekutif ini dilaksanakan dalam waktu sekira satu bulan. Meski dalam pelaksanaannya harus menyesuaikan regulasi, tetapi berkat dukungan berbagai pihak akhirnya layanan kesehatan tersebut bisa hadir. (ren/ria)