Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Petani Jogonalan Sambat Saluran Irigasi Tercemar, Diduga dari Limbah Aktivitas Cuci Pasir

Angga Purenda • Selasa, 22 Agustus 2023 | 19:49 WIB
SEDIMENTASI: Kondisi sedimentasi di Sungai Jolontoro di Desa Bakung, Kecamatan Jogonalan diduga limbah dari aktivitas cuci pasir, kemarin.
SEDIMENTASI: Kondisi sedimentasi di Sungai Jolontoro di Desa Bakung, Kecamatan Jogonalan diduga limbah dari aktivitas cuci pasir, kemarin.

RADARKLATEN.COM – Petani di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan mengeluhkan sungai irigasi pertaniannya yang tercemar limbah. Sungai tersebut tercemar endapan lumpur sehingga mempengaruhi lahan persawahan dan tumbuh kembang tanaman. Petani menduga lumpur berasal dari aktivitas cuci pasir.

Saat ini, air yang mengalir ke Desa Gondangan lewat saluran irigasi tidak maksimal. Dikarenakan sedimentasi pada sungai yang tinggi. Bahkan setiap tiga bulan sekali petani harus gotong-royong membersihkan sedimentasi tersebut. Tetapi dalam waktu satu bulan sungai sudah dipenuhi sedimentasi lagi.

”Tanahnya menjadikan kurang subur karena endapan lumpur yang begitu cepat sekali. Setidaknya endapan itu 10 cm (sentimeter, Red) setiap bulannya. Seluruh sawah di Desa Gondangan, Bakung dan Rejoso, Kecamatan Jogonalan sangat dirugikan,” ucap Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah Desa Gondangan, Ahmad Wahono ditemui Jawa Pos Radar Solo, kemarin (21/8).

Ahmad menjelaskan, petani terpaksa menggunakan sungai tersebut untuk mengairi lahan persawahannya. Terlebih lagi digunakan setiap hari oleh petani secara bergiliran. Namun sejak adanya pencemaran itu, tanah yang terkena endapan lumpur menjadi keras saat dicangkul.

Ada pun lahan pertanian yang terdampak mencapai 52 hektare. Hal itu dirasakan 120 petani selama enam bulan terakhir. Belum termasuk petani di wilayah Bakungan dan Rejoso.

”Semenjak tercemar ini menjadikan debit air yang sampai ke desa kami berkurang. Seharusnya yang memiliki aktivitas cuci pasir itu membuat pengelolaan limbahnya sendiri,  sehingga tidak langsung dibuang ke sungai. Ini sangat merugikan petani,” ucapnya.

Panjang sungai yang terdampak endapan lumpur sekira 3 kilometer. Hal itu menjadikan pendangkalan, sehingga dikahwatirkan terjadi banjir saat musim hujan tiba. Untuk itu, pihaknya mengadu ke Pemkab Klaten, kemarin.

 

Sementara itu, Kepala Desa Bakungan, Sugiyo menjelaskan, saluran irigasi yang menjadi dangkal karena endapan lumpur ini masih bagian dari Sungai Jolontoro. Dia membenarkan selama ini sungai dimanfaatkan untuk pengairan bagi petani di wilayahnya, Desa Gondangan dan Rejoso.

”Padahal kedalaman dari saluran itu awalnya 75 cm sekarang tinggal 5 cm. Itu saja karena ada warga yang mengambilnya (endapan lumpur). Kami khawatir, apabila tidak segera di normalisasi, air akan meluber ke kebun warga dan menjadi banjir,” ucap Sugiyo.

Peristiwa pendangkalan akibat endapan lumpur tidak hanya sekali saja. Beberapa tahun sebelumnya juga pernah terjadi tetapi masih bisa teratasi.

”Kami sudah melaporkan ini ke anggota DPRD secara tertulis. Katanya sudah diproses. Semoga ada segera tindaklanjutnya,” tandasnya. (ren/adi)

Editor : Damianus Bram
#Saluran Irigasi Tercemar #Desa Gondangan #Cuci Pasir #lumpur #petani