RADARKLATEN.COM - Inovasi daerah yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten yakni Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) mendapatkan sambutan positif. Ratusan desa di Klaten telah mengajukan diri untuk menjadi sasaran dalam program tersebut.
Dalam setahun pelaksanaan KBMKB hanya menyasar enam desa saja. Tetapi desa yang antri untuk dilaksanakan program tersebut cukup banyak. Seperti diketahui total ada 391 desa di Kota Bersinar.
"Sebenarnya pada 2024 kami sudah menetapkan enam desa untuk dilaksanakan KBMKB. Tapi ratusan desa sangat menantikan. Mereka sudah mengajukan di meja saya,” jelas Bupati Klaten Sri Mulyani seusai membuka KBMKB ke-XVII di Lapangan Desa Bengking, Kecamatan Jatinom, Selasa (29/8).
Lebih lanjut, Mulyani menjelaskan, untuk pelaksanaan KBMKB ke XVII dilakukan di Desa Beteng, Kecamatan Jatinom. Dimulai pada 28 Agustus sampai 26 September 2023 berupa sasaran fisik maupun non fisik.
Kegiatan fisik berupa betonisasi sepanjang 976 meter, lebar 3 meter dan tebal 12 cm. Begitu juga pembangunan talud dengan panjang 210 meter, tinggi 50 meter dan tebal 30 cm. Ada pula kegiatan non fisik berupa penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan narkoba, pelayanan posyandu, pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan.
“Kenapa Desa Beteng ini dipilih untuk pelaksanaan KBMKB karena berdasarkan verifikasi memang sangat membutuhkan. Ditambah masuk sebagai desa miskin dan akses perkebunan serta perekonomiannya membutuhkan program ini,” ucap Mulyani.
Mulyani menjelaskan, KBMKB sebagai program lokal yang mendukung percepatan pelaksanaan pembangunan dengan sasaran pokok kesejahteraan masyarakat di daerah. Termasuk meningkatkan solidaritas antara pemerintah dan masyarakat yang menjadi satu kesatuan dalam membangun negeri.
Dirinya pun berharap seluruh pihak untuk mendukung pelaksanaan KBMKB yang bergulir di Desa Beteng tersebut. Caranya dengan bergotong-royong untuk menyukseskan program yang melengkapi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) itu.
“Saya harapkan pelaksanaan KBMKB berjalan lancar. Bermanfaat bagi masyarakat, terutama yang ada di wilayah Jatinom,” ucap Mulyani.
Sementara itu, Perwira Pelaksana KBMKB, Kapten CBa Budiono menjelaskan dipilihnya Desa Beteng untuk pelaksanaan KBMKB dilatarbelakangi terbatasnya akses jalan perkebunan dan perekonomian.
“Untuk pelaksanaan KBMKB akan melibatkan tenaga kerja harian. Terdiri dari personel TNI sebanyak 25 orang, Polri 2 orang dan teknisi 4 orang. Didukung aparat desa sebanyak tiga orang dan masyarakat 35 orang,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Pasiter Kodim 0723 Klaten ini
Sebelumnya pelaksanaan KBMKB XVI di Desa Banyuaeng, Kecamatan Karangnongko. Program serupa dilaksanakan di desa tersebut baik fisik maupun non fisik. (ren)
Editor : Damianus Bram