Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Pemdes Barepan Kembali Gelar Festival Gejog Lesung: Ajang Regenerasi, Libatkan Anak-anak dan Remaja

Angga Purenda • Senin, 4 September 2023 | 02:55 WIB
KESENIAN TRADISI: Anak-anak hingga remaja beraksi dalam Festival Gejog Lesung yang digelar Pemerintah Desa Barepan, Kecamatan Cawas di alun-alun desa setempat, Sabtu (2/9).
KESENIAN TRADISI: Anak-anak hingga remaja beraksi dalam Festival Gejog Lesung yang digelar Pemerintah Desa Barepan, Kecamatan Cawas di alun-alun desa setempat, Sabtu (2/9).

RADARKLATEN.COM – Pemerintah Desa (Pemdes) Barepan, Kecamatan Cawas kembali menggelar Festival Gejog Lesung di alun-alun desa setempat, Sabtu (2/9). Menariknya, ajang kali ini melibatkan anak-anak dan remaja. Ini merupakan salah satu upaya meregenerasi dan melestarikan kesenian tradisi tersebut.

Tahun-tahun sebelumnya, festival ini hanya dibuka untuk umum. Namun tahun ini sengaja menghadirkan anak-anak dan generasi milenial. Diikuti 12 kelompok, yang mewakili setiap blok di Desa Barepan.

“Festival Gejog Lesung ini potensi dan ikon desa kami. Mampu memupuk kebersamaan warga. Anak-anak dan remaja yang tampil mengenakan busana Jawa. Menyanyikan lagu wajib berjudul Barepan Jaya dan satu lagu pilihan berdurasi 15 menit kami,” jelas Kepala Desa (Kades) Barepan Irmawan Andriyanto.

Pemdes Barepan sengaja mengemas festival kali ini untuk anak-anak dan remaja. Harapannya tidak hanya orang tua saja yang nguri-uri. Tetapi juga anak-anak dan remaja. Sehingga kesenian tradisi gejog lesung di Barepan terus eksis setelah ada regenerasi.

“Gejog lesung itu simbol keberagaman dari budaya desa kami. Potensi di desa kami adalah sumber daya manusia (SDM) yang kompak dan rukun lewat kesenian. Maka kami terus berupaya melestarikan dan meregenerasi supaya tidak putus,” imbuh Irmawan.

Sementara itu, pemuda Desa Barepan Ari Nugraha Waluya Jati, 27, mengapresiasi gelaran Festival Gejog Lesung ini Menurutnya, gejog lesung tidak hanya dimainkan orang tua saja, tetapi juga anak-anak muda.

“Pesertanya di bawah 23 tahun. Ini angin segar bagi kebangkitan kesenian gejog lesung di Desa Barepan. Memang perlu regenerasi, agar anak-anak semakin mengenal tradisin adi luhung ini,” ujarnya.

Dia berharap anak-anak dan remaja terus dilibatkan di tiap festival. Termasuk menambah peserta, di mana tiap RW bisa mengirimkan dua kelompok.

“Saya juga bisa memainkan gejog lesung. Tetapi untuk memadukan pukulan itu tidak gampang. Harus dilatih sejak usia dini,” bebernya. (ren/fer)

Editor : Damianus Bram
#Festival Gejog Lesung #Pemdes Barepan #Desa Barepan