RADARKLATEN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Surakarta, menggelar sosialisasi gempur rokok ilegal. Kali ini dikemas dalam balutan panggung hiburan rakyat di Alun-Alun Klaten, Jumat (1/9). Menghadirkan bintang tamu Abah Lala, yang hits dengan lagunya Ojo Dibandingke.
Sosialisasi gempur rokok ilegal digelar, bersamaan dengan jalan sehat bersama Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Termasuk pengukuhan relawan kebencanaan desa dan kelurahan, yang dihadiri 6.000 orang.
“Sosialisasi gempur rokok ilegal ini menyasar seluruh lapisan masyarakat. Harapannya masyarakat semakin paham akan ciri-ciri rokok ilegal. Sehingga bisa ikut dalam menekan peredarannya,” kata Kepala Seksi (Kasi) Penyuluhan dan Layanan Informasi, Kantor Bea dan Cukai Surakarta Mochammad Arif Budiman.
Arif menambahkan, ciri-ciri rokok ilegal yakni tidak ada memiliki pita cukai pada kemasan. Kalaupun ada, pita cukai yang digunakan palsu. Termasuk penggunaan pita cukai bekas. Juga penggunaan pita cukai yang tidak sesuai peruntukannya.
“Misalnya pita cukai sebenarnya dilekatkan pada kemasan rokok isi 20 batang per bungkus. Tetapi ke kemasannya berisikan 12 batang. Ini juga menjadi perhatian kami,” imbuh Arif.
Menekan peredaran rokok ilegal di Kota Bersinar, tak hanya lewat sosialisasi semata. Tetapi juga pemberantasan, yang bersinergi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Klaten. Giat operasi menyasar pedagang yang terindikasi menjual rokok ilegal. Diawali pengumpulan informasi di lapangan. Apabila valid, langsung dilakukan penindakan ke lokasi.
“Kami langsung menyita rokok ilegal yang dijual para pedagang. Termasuk menerapkan denda kepada yang bersangkutan. Apabila tidak bisa membayar denda, akan kami tingkatkan ke penyidikan untuk diproses secara hukum,” tegas Arif.
Arif menilai peredaran rokok ilegal di Klaten masih ada. Mengingat sudah beberapa kali dilaksanakan operasi, dengan mengamankan sekira 7.200 batang rokok ilegal. “Sosialisasi berupa edukasi kepada masyarakat tekait rokok ilegal dan penindakan cukup efektif. Apabila ada kasus rokok ilegal, langsung kami tindaklanjuti,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten Amin Mustofa mengaku sosialisasi gempur rokok ilegal kali ini dikemas berbeda dari sebelumnya. Menyatu dengan jalan sehat dan pengukuhan relawan kebencanaan, yang mendatangkan ribuan massa.
“Menurut kami sosialisasi yang dikemas lewat panggung hiburan rakyat cukup efektif. Karena mayoritas yang datang adalah para perokok aktif,” papar Amin.
Amin berharap sosialisasi ini membuat masyarakat tidak lagi memproduksi, mengedarkan, maupun mengonsumsi rokok ilegal. Karena bisa berurusan dengan penegakan hukum.
“Sebelumnya kami sudah menggelar sosialisasi gempur rokok ilegal lewat pergelaran wayang kulit. Juga lomba poster, film pendek, dan futsal yang menyasar kalangan anak muda,” paparnya. (ren/fer)
Editor : Damianus Bram