RADARSOLO.COM – Klaten, Pembangunan kompleks Grha Bung Karno (GBK) di Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah terus dilakukan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tahun ini menggelontorkan anggaran sekira Rp 11 miliar untuk gedung pertemuan tersebut.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, pekerjaan pembangunan di kompleks GBK meliputi pembangunan pendapa, pos jaga belakang dan rumah pompa. Ditambah peredam suara dan ruang kontrol serta taman keliling dan interior pada gedung utama. Ada pengadaan dan penanaman pohon, pemasangan paving dan drainase. Begitu juga pembangunan talut hingga terkait instalansi lampu dan stop kontak.
”Untuk gedung utama kami lakukan penyempurnaan dengan pemasangan lapisan akustik. Harapannya suaranya lebih jernih. Sedangkan di bagian bawah ada pembangunan pendapa,” ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten, Suryanto, kemarin (4/9).
Suryanto menambahkan, akses jalan di sekitar kompleks GBK juga diselesaikan. Termasuk pembangunan pagar gedung juga dilaksanakan pada tahun ini. Seluruhnya masuk dalam pembangunan GBK tahap ke-V.
”Setelah pengerjaan ini ya selesai pembangunannya. Ini menjadi tahun terakhir pembangunan kompleks GBK. Tahun depan sudah tidak,” ucap Suryanto.
Diharapkan dengan pembangunan sejumlah fasilitas penunjang itu dapat memperlancar mobilitas penyewa gedung pertemuan yang dikelola oleh Pemkab Klaten tersebut.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani membenarkan pengerjaan fisik di luar gedung utama GBK. Termasuk ada sejumlah pengerjaan berupa pengurukan dan tamanisasi yang diselesaikan pada tahun ini.
”GBK ini kan juga simbol persatuan. Mempersatukan bangsa dan umat beragama. Maka itu selain menjadi gedung pertemuan, akan menjadikan kawasan pemersatu antar umat beragama,” ucap Mulyani.
Lebih lanjut, Mulyani merencanakan seusai kompleks GBK selesai terbangun, dirinya ingin mendirikan tempat ibadah di kawasan tersebut. Nantinya akan dibuat detail engineering design (DED) terlebih dahulu.
”Jadi bukan miniatur ya, tapi benar-benar tempat ibadah. Semua (agama) akan ada di GBK,” ucapnya.
Pembangunan GBK sendiri dibangun sejak 2018 secara bertahap hingga tahun ini. Kompleks GBK sendiri berdiri di lahan seluas 34.000 meter persegi. Sedangan untuk gedung utamanya memiliki luas 4.516 meter persegi. Ada pun daya tampung dari gedung tersebut mencapai 2.400 orang untuk menggelar berbagai acara. (ren/adi)
Editor : Andi Aris Widiyanto