RADARKLATEN.COM – Tanaman padi di Desa Talang dan Tawangrejo, Kecamatan Bayat terancam puso alias gagal panen. Setelah petani setempat kesulitan mendapatkan pasokan air untuk lahan pertaniannya. Diduga terdampak proyek perbaikan saluran irigasi Rowo Jombor di Desa Jotangan, Bayat.
Diketahui hulu saluran irigasi Rowo Jombor sedang diperbaiki. Sehinga irigasi tersebut tidak lagi mengairi persawahan di Desa Talang dan Tawangrejo sejak sebulan terakhir. Padahal irigasi ini satu-satunya sumber air bagi pertanian di sana.
“Irigasi di sini (dari Rowo Jombor), setahu saya dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian di lima desa. Luas totalnya sekira 50 hektare. Tapi airnya saat ini tidak lancar, karena ada proyek pembangunan saluran irigasi Rowo Jombor,” ujar petani asal Desa Talang Sri Lestari, 53, Sabtu (9/9).
Sri menambahkan, kondisi lahan pertanian di Desa Talang memprihatinkan. Tanahnya mengering dan mulai merekah. Selain itu, daun tanaman padi mulai menguning.
“Tidak tahu ada perbaikan irigasi di Desa Jotangan, karena belum ada sosialisasi sebelumnya. Jadi petani ya tetap mengolah lahan dan menanam padi. Kami tahunya air tidak mengalir lagi, ternyata ada perbaikan,” imbuhnya.
Para petani di Desa Talang dan Tawangrejo berharap, air di saluran irigasi tersebut bisa dibuka sementara. Minimal dua pekan berturut-turut, supaya tanaman padi segera tumbuh.
“Sebenarnya ada tiga sumur dalam, tetapi yang masih ada airnya cuma satu. Tidak bisa dipakai untuk mengairi seluruh lahan pertanian,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten Suryanto mengaku, sudah menerima laporan terkait kondisi tanaman padi di Desa Talang dan Tawangrejo. Menurutnya, proyek perbaikan talut di saluran irigasi itu sudah dikoordinasikan dengan para petani. Termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).
“Kami sudah koordinasi dengan BBWSBS terkait seberapa besar ketersediaan air di Rowo Jombor. Termasuk seberapa besar kemampuan menyalurkan air. Soal proyek rehabilitasi saluran irigasi, diharapkan selesai bulan ini. Karena progresnya sudah 60 persen,” ungkapnya. (ren/fer)
Editor : Damianus Bram