RADARKLATEN.COM – Program Karya Bhakti Mandiri Klaten Bersinar (KBMKB) ke XVIII di Desa Boto, Kecamatan Wonosari resmi dibuka di Lapangan Desa Bentangan, kemarin (14/9). Dihadiri forkopimda Kabupaten Klaten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pelaksana tugas (Plt) Camat Wonosari, forkopimcam Wonosari hingga masyarakat dan pelajar.
Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya menyampaikan, KBMKB adalah program lokal daerah terpadu antara TNI dengan pemerintah daerah. Bertujuan untuk mempercepat pembangunan daerah dengan sasaran pokok peningkatan kesejahteraan masyarakat.
”Sinergitas dan kemanunggalan menjadi keutamaan serta perwujudan persatuan dan kesatuan dalam membangun negeri. Saya berharap melalui KBMKB soliditas dan sinergitas antara jajaran forkopimda, TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat senantiasa terjalin erat selama program ini berlangsung,” ucap Mulyani.
Lebih lanjut, diharapkan saling bergandengan tangan, bahu membahu mengatasi berbagai kesulitan dan keterbatasan yang ada. Demi mewujudkan Klaten yang keren, maju, mandiri dan sejahtera. Dia juga berpesan kepada Desa Boto agar senantiasa memberikan dukungan demi kelancaran pelaksanaan program. Begitu juga bersedia untuk bekerja sama dan bergotong-royong dalam pelaksanaan KBMKB.
”Mari sukseskan KBMKB di Desa Boto yang dilaksanakan mulai 14 September sampai 12 Oktober. Kobarkan semangat kebersamaan manfaatkan momentum KBMKB ini sebagai sarana mempererat persatuan dan kesatuan serta semangat gotong-royong,” ucap Mulyani.
Perwira pelaksana, Kapten Cpl Rudi Syahputra menyampaikan, terpilihnya Desa Boto karena akses jalan yang terbatas. Hingga akhirnya menghambat akses pertanian dan perekonomian desa setempat.
”Untuk sasaran pokok berupa betonisasi panjang 335 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 12 sentimeter (cm). Sedangkan untuk pembangunan talut panjang 345 meter dengan tinggi 125 cm dan tebal 35 cm. Begitu juga pembangunan jembatan panjang 2,5 meter dan lebar tiga meter,” ucap Rudi.
Ada pun jumlah tenaga kerja setiap harinya terdapat TNI 30 personel, teknisi empat orang, aparat desa tiga orang dan masyarakat 10 orang sehingga total 47 orang. Ditambahkan juga ada sasaran nonfisik dengan penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan narkoba, pelayanan posyandu dan pelayanan KB kesehatan. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram