RADARKLATEN.COM - Harga beras yang terus melambung dikeluhkan para pedagang yang berjualan di Pasar Gedhe Klaten. Pasalnya, menjadikan daya beli masyarakat menurun yang berpengaruh pada penurunan omset para pedagang pula.
Seperti yang dirasakan Sunarti, 60, terhadap penjualan berasnya yang menurun. Mengingat harga beras terus naik selama satu bulan terakhir. Kenaikan bisa sampai Rp 300 per harinya membuatnya kebingungan untuk menjual berasnya.
“Ya sudah ada pelanggan yang mulai mengurangi pembelian berasnya. Tetap beli beras tapi takarannya yang dikurangi. Ada juga yang mulai beralih ke jenis beras lainnya karena lebih murah,” ucap Sunarti saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, kemarin (21/9).
Lebih lanjut, Sunarti menjelaskan, untuk beras seperti C4 sudah menyentuh Rp 14.000 per Kg. Sedangkan untuk beras menthik wangi sampai Rp 15.000 per Kg. Bahkan ada beras dengan harga Rp 75 ribu dalam kemasan 5 Kg.
Apabila pelanggannya ada yang keberatan, dirinya menawarkan beras C4 tetapi stok lama. Harganya cukup terjangkau yakni Rp 12.500 per Kg. Hal itu dilakukan agar daya beli masyarakat di lapaknya bisa tetap terjaga.
“Ada juga beras dari Bulog tapi persediaannya terbatas. Harganya Rp 10 ribu per Kg,” tambah Sunarti.
Ia mengaku, tidak tahu pasti penyebab harga beras terus melambung tinggi. Informasi yang didapatkannya karena dampak kemarau yang panjang sehingga mempengaruhi produksi beras. Maka itu dirinya pun berharap agar pemerintah melakukan intervensi agar harga beras menjadi turun dan stabil kembali.
“Kenaikan harga beras terjadi secara bertahap. Untuk stok beras ini, saya ambil dari penggilingan di Delanggu,” ucap Sunarti.
Sementara itu, pedagang beras lainnya di Pasar Gedhe Klaten, Intan, 40, mengaku kenaikan harga bahan pokok itu sudah terjadi selama sebulan. Meski begitu, setiap menyediakan beras selalu laku terjual.
“Untuk beras IR 64 harganya Rp 14.000 per Kg. Sedangkan untuk beras menthik wangi Rp 15.000 per Kg. Kenaikan beras ini akibat dari musim kemarau yang panjang,” ucapnya.
Lebih lanjut, dirinya berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan terkait kenaikan harga beras. Harapannya bisa tetapi terkendali sehingga omsetnya tidak terus turun.
Pemantauan harga beras di pasar tradisional terus dilakukan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUKMP). Seperti yang dilaksanakan pada Rabu (20/9) untuk harga beras IR 64 masih Rp 12.500 per Kg. Mengalami kenaikan dibandingkan pada Senin (18/9).
“Untuk harga beras memang melambung tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, ini yang paling siginifikan. Tapi bagi petani, ini menguntungkan. Nyatanya tidak ada yang protes sampai saat ini saat panen raya,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani.
Dalam menghadapi kenaikan beras itu, dirinya belum akan mengambil kebijakan operasi pasar (OP). Tetapi hendak memastikan stok beras yang diperjualbelikan di pasaran tercukupi terlebih dahulu. (ren)
Editor : Damianus Bram