RADARKLATEN.COM – Bupati Klaten Sri Mulyani melantik 67 kepala desa (kades) terpilih hasil pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang I di Pendapa Pemkab Klaten, kemarin (27/9). Dihadiri forkopimda, sekda Klaten, asisten, ketua dan wakil ketua TP PKK Klaten, kepala OPD hingga camat.
Mulyani berpesan sebagai aparat pemerintah yang langsung berhadapan dengan masyarakat, kades diminta berorientasi pada pengabdian. Memberikan pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat. Guna tercipatnya pelayanan publik, harus dilandasi dengan dedikasi, loyalitas, dan disiplin yang tinggi. Aspek tersebut dinilai sangat penting untuk diterapkan. Mengingat saat ini masyarakat dinilai sangat kritis terhadap kinerja lembaga pemerintahan pada semua tingkatan.
”Sebagai lembaga pemerintahan yang berada di garis terdepan, maka penilaian terhadap pemerintah desa dapat berpengaruh terhadap penilaian kepada pemerintah secara umum. Mari tunjukan kepentingan masyarakat menjadi prioritas,” ucapnya.
Kades juga diminta bisa mengontrol terkait pengelolaan APBDes. Jangan sampai ada perangkat desa yang justru menghabiskan anggaran untuk kepentingan pribadi. Mengingat APBDes menjadi tanggungjawab penuh kades.
”Bisa belajar kepada senior bagaimana penggunaan dengan baik sesuai ketentuan. Apalagi setiap desa bisa mendapatkan (dana desa) sekira Rp 1 miliar atau lebih tergantung jumlah penduduk dan luasan wilayah. Jadi agar hati-hati dalam melaksanakan APBDes,” ucapnya.
Sementara itu, kades terpilih asal Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Desy Harini mengungkapkan, prioritas program yang dijalankan di wilayahnya terkait pertanian. Mengingat sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani.
”Yang utama terkait pengairan agar lancar saat musim kemarau. Kemudian meningkatkan pelayanan administrasi di kantor desa untuk bisa ditingkatkan. Lalu menlanjutkan taman desa yang sebelumnya sudah dibangun oleh kades sebelumnya,” tandasnya. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram