Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kolaborasi BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, Wujudkan Transformasi Mutu Layanan JKN

Angga Purenda • Selasa, 3 Oktober 2023 | 00:57 WIB
PPS Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Dina Anjayani memberikan apresiasi kepada sejumlah faskes yang berkomitmen dalam peningkatan mutu pelayanan JKN di salah satu resto di Klaten, Senin (2/10).
PPS Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Dina Anjayani memberikan apresiasi kepada sejumlah faskes yang berkomitmen dalam peningkatan mutu pelayanan JKN di salah satu resto di Klaten, Senin (2/10).

RADARSOLO.COM - Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan digelar di Jakarta pada Senin (2/10). Mengangkat tema "Kolaborasi dalam Transformasi Mutu Layanan yang mudah, cepat dan setara kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)".

Acara tersebut menjadi ajang penting bagi penyelenggara JKN dalam upaya meningkatkan mutu layanan di Indonesia. Sementara itu, BPJS Kesehatan Cabang Boyolali mengikuti acara tersebut secara daring bersama sejumlah rumah sakit, klinik utama, fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), dan organisasi profesi tenaga kesehatan di salah satu resto di Kabupaten Klaten.

Dalam acara tersebut, BPJS Kesehatan juga memberikan apresiasi kepada fasilitas kesehatan yang berkomitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan JKN Tahun 2023 untuk tingkat nasional. Salah satunya dari Klaten yakni RSU Islam Cawas yang menerima penghargaan peringkat 2 untuk kategori rumah sakit kelas D pada tingkat fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL).

Pada kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan Cabang Boyolali juga memberikan apresiasi kepada rumah sakit, klinik utama dan FKTP paling berkomitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan JKN. Terutama yang berada di wilayah Boyolali dan Klaten.

“Selamat buat RSU Islam Cawas yang memperoleh penghargaan. Ternyata bisa masuk ke peringkat 2 di tingkat nasional. Ini sesuatu yang sangat membanggakan, tentunya bagi BPJS Kesehatan Cabang Boyolali juga,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Tri Nyantosani Widyawardani, Senin (2/10).

Lebih lanjut, Nyantosani mengapresiasi banyaknya fasilitas kesehatan di Kota Bersinar yang berkomitmen dalam meningkatkan mutu pelayanan JKN. Menurutnya hal itu menjadi pemicu bagi fasilitas kesehatan (faskes) lainnya.

“Kami dari dinkes selaku pengawas dan pembina, berterima kasih kepada seluruh faskes di Klaten yang telah melaksankan komitmen ini kepada BPJS Kesehatan. Semoga ke depannya bisa menjadi penyemangat terus bagi faskes lainnya untuk meningkatkan komitmennya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Maya Susanti menjelaskan transformasi mutu pelayanan yang diusung BPJS Kesehatan untuk memastikan peserta JKN mendapatkan akses pelayanan kesehatan.

“Kami, seiring perubahan dan transformasi mutu pelayanan ini, dari internal BPJS Kesehatan sendiri juga melakukan tranformasi struktural. Artinya, kami ada perubahan struktur organisasi, ada bagian khusus kerja sama faskes ini sehingga bisa lebih spesifik lagi. Kini kami membaginya dengan bagian mutu layanan fasilitas kesehatan dengan penjaminan manfaat dan utilisasi,” ucap Maya.

Diakui Maya, tidak ada artinya program JKN apabila tidak diiringi dengan kualitas dan mutu pelayanan. Maka itu, BPJS Kesehatan mulai bergerak ke peningkatan mutu pelayanan. Tentunya didukung lewat kolaborasi dengan berbagai stakeholder.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti dalam sambutannya menegaskan, tahun 2023 adalah momentum penting dalam perjalanan BPJS Kesehatan, dengan fokus utama pada transformasi mutu layanan. Melalui transformasi ini, BPJS Kesehatan bertujuan memberikan pelayanan yang mudah diakses, cepat pelayanannya, dan setara untuk setiap peserta JKN.

"Salah satu langkah nyata yang telah diambil BPJS Kesehatan adalah peningkatan akses layanan kesehatan bagi peserta JKN, terutama bagi masyarakat yang berada di daerah belum tersedia fasilitas kesehatan yang memenuhi syarat (DBTFMS). Kerja sama dengan rumah sakit apung telah memberikan solusi untuk memastikan bahwa masyarakat di daerah-daerah terpencil pun dapat merasakan manfaat layanan kesehatan yang memadai. Ini hanyalah salah satu contoh dari upaya nyata BPJS Kesehatan dalam memberikan pelayanan yang inklusif," terang Ghufron.

Lebih lanjut Ghufron menjelaskan, transformasi mutu layanan juga mencakup upaya simplifikasi administrasi pelayanan. Proses administratif yang lebih sederhana, seperti penggunaan KTP saat mengakses layanan kesehatan, tanpa perlu fotokopi berkas. Kemudian, alur layanan rujukan yang efisien dan digitalisasi pelayanan dan pengklaiman. Selain itu, percepatan penyelesaian pengaduan peserta melalui BPJS Satu menjadi langkah proaktif dalam menjawab kebutuhan peserta JKN.

"Tingkat kepuasan peserta JKN telah mencapai 89,6 persen, yang menunjukkan bahwa inisiatif BPJS Kesehatan memberikan hasil yang positif. Hasil survei tersebut memvalidasi upaya berkelanjutan untuk memenuhi ekspektasi peserta dalam hal pelayanan kesehatan yang berkualitas," tambah Ghufron.

Ghufron mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran manajemen fasilitas kesehatan dan semua pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan program JKN. Kolaborasi ini adalah tonggak keberhasilan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat Indonesia.

"Melalui kolaborasi BPJS Kesehatan bersama seluruh fasilitas kesehatan dan stakeholder terkait, siap membangun masa depan kesehatan Indonesia yang lebih cerah melalui pelayanan yang mudah, cepat, dan setara. Bersama kita ciptakan masyarakat Indonesia yang sejahtera dan berdaya saing," tutup Ghufron. (ren/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#bpjs kesehatan #jkn #Layanan Kesehatan #BPJS Kesehatan Cabang Boyolali #RSU Islam Cawas