RADARKLATEN.COM - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten menggelar vaksinasi rabies terhadap 100 ekor kucing dan anjing. Bekerjasama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Klaten yang diadakan di Kantor DKPP Klaten, Sabtu (7/10).
Penyuntikan vaksin rabies terhadap ratusan hewan peliharaan itu digelar dalam rangka peringatan Hari Rabies Dunia. Termasuk mencegah penyebaran dari penyakit menular akut di Kota Bersinar.
“Hewan anjing dan kucing ini memang memiliki resiko rabies. Begitu juga musang, tapi jumlahnya tidak terlalu banyak. Meski tidak ada kasus rabies tetapi kami tetap mengantisipasi,” jelas Kepala DKPP Klaten Widiyanti.
Lebih lanjut, Widiyanto memastikan, saat ini tidak ada kasus rabies di Klaten. Meski beberapa kali ada kasus akibat gigitan anjing tetapi saat dilakukan uji lab menyatakan negatif rabies. Pihaknya pun meminta kepada pemilik anjing maupun kucing untuk rutin melaksanakan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharannya.
Baca Juga: Seorang Anak di NTT Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Rabies
“Walaupun tidak ada kasus rabies, kami tidak hanya tinggal diam saja. Tetap lakukan pemantauan dan vaksinasi dalam rangka antisipasi dan mitigasi rabies. Harapannya tidak masuk di Klaten,” ucap Widiyanti.
Diakuinya terhadap hewan yang berkeliaran cukup sulit dilakukan pemantauan. Terutama untuk memastikan apakah kucing dan anjing itu sudah menjalani vaksinasi rabies atau belum. Ia pun mengimbau kepada masyarakat apabila menemui hewan dengan gejala mengarah rabies untuk bisa melaporkan ke dinas terkait agar segera dilakukan pengecekan.
Widiyanti menjelaskan, rabies bisa menular ke manusia melalui gigitan dan air liur. Apabila sampai tergigit kucing maupun anjing untuk segera menuju ke layanan kesehatan terdekat seperti puskesmas. Harapannya agar bisa segera mendapatkan penanganan sesuai dengan tata laksana rabies.
“Dampak dari rabies cukup fatal apabila tidak segera ditangani. Kucing maupun anjing bisa cepat mati. Apalagi rabies itu cukup membahayakan karena bersifat zoonosis,” tambah Widiyanti.
Baca Juga: Dua Tahun, Bali Penyumbang Kasus Rabies Terbanyak
Sementara itu, drh. Ely Susanti selaku Ketua PDHI Korwil Klaten mengungkapkan, saat ada kasus gigitan anjing agar hewan tersebut dilakukan karantina selama 14 hari. Seperti dikandangkan terlebih dahulu sambil dipantau kondisinya.
“Kalau terkena rabies, dalam waktu 14 hari pasti mati. Gejalanya seperti pobia terhadap air maupun sinar tetapi dia begitu agresif. Soalnya rabies ini yang diserang bagian otaknya,” ucap Ely.
Ely menyarankan, bagi yang memiliki hewan peliharaan seperti kucing dan anjing untuk melakukan vaksinasi rabies beberapa kali sebelum usia empat bulan. Sedangkan di atas usia empat bulan bisa dilaksanakan vaksinasi selama satu tahun sekali.
Sementara itu, bagi seseorang yang terkena gigitan anjing, diminta untuk membersihkan dengan air yang mengalir dan sabun selama 15 menit lamanya. Harapannya virus rabies yang bisa saja masuk dalam tubuh melalui luka bisa keluar. Kemudian langsung menuju ke pelayanan kesehatan terdekat agar langsung mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Gejala terkena rabies setelah tergigit pada manusia itu bisa baru muncul setelah tiga bulan apabila jauh dari saraf. Ada juga muncul lebih cepat tergantung bagian tubuh yang tergigit. Terutama yang banyak sarafnya, itu yang lebih cepat,” pungkasnya. (ren)
Editor : Damianus Bram