RADARKLATEN.COM – Keterisian los hingga kios oleh pedagang di Pasar Gedhe Klaten, Kecamatan Klaten Tengah terus menjadi perhatian Bupati Klaten Sri Mulyani. Harapannya seluruh pedagang menempati dan beroperasi sebelum akhirnya diresmikan.
”Sekira 80 persen (kios dan los, Red) sudah ditempati pemiliknya. Ini terus saya genjot agar bisa mencapai target 100 persen. Sebelum akhirnya diresmikan,” ucap Mulyani, kemarin (9/10).
Mulyani menjelaskan, evaluasi terhadap keterisian lapak oleh pedagang dilakukan setiap hari. Dia tidak mau saat diresmikan justru masih ada pedagang yang belum berjualan di pasar tradisional semi modern tersebut.
Seperti diketahui Pasar Gedhe Klaten yang terdiri dari dua blok utama itu bisa menampung sekira 1.000 pedagang. Tetapi sejumlah kios yang berada di lantai II dan III masih ada yang belum buka. Untuk itu, Mulyani terus mendorong para pedagang segera buka.
”Kami juga sudah memasang beberapa fasilitas seperti petunjuk arah. Seperti zona A itu apa saja dari lantai I hingga III sudah dilengkapi,” ucapnya.
Terkait persiapan peresmian, Mulyani belum mengetahui waktu pastinya. Hanya saja dia mengungkapkan secepatnya akan dilaksanakan. Meski begitu, dengan melihat belum 100 persen pedagang beroperasi, dia merasa tidak enak apabila diresmikan.
”Maka itu kami lakukan evaluasi-evaluasi. Kami juga akan melakukan koordinasi dengan pemilik kios juga,” ucapnya.
Lurah Pasar Gedhe Klaten, Purwadi menjelaskan, untuk keterisian kios oleh pedagang yang masih kurang berada di blok B. Dia pun meminta pedagang untuk segera menempati kios yang telah disediakan tersebut.
”Kami sudah memberikan surat peringatan pertama kepada pedagang yang belum berjualan. Ini sudah memasuki peringatan kedua. Kami tunggu hingga pertengahan Oktober nanti,” ucapnya.
Purwadi mengungkapkan, ada sejumlah alasan yang membuat pedagang belum menempati los maupun kios. Salah satunya menghabiskan masa sewa di luar Pasar Gedhe Klaten. Ada juga yang kehabisan modal setelah terdampak pandemi Covid-19.
”Tapi ini pelan-pelan saya minta untuk segera bisa menempati. Untuk blok A sudah banyak yang menempati terutama di lantai I. Sedangkan lantai atasnya sudah 80 persen. Tinggal blok B saja yang perlu jadi kami dorong terus,” tandasnya. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram