Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Angka Pengangguran di Klaten Tinggi, Sentuh 28.058 Jiwa

Angga Purenda • Senin, 23 Oktober 2023 | 02:43 WIB
DIFASILITASI: Pembuatan kartu kuning bagi pencari kerja saat job fair di Grha Bung Karno, belum lama ini.
DIFASILITASI: Pembuatan kartu kuning bagi pencari kerja saat job fair di Grha Bung Karno, belum lama ini.

RADARKLATEN.COM – Angka pengangguran di Klaten terbilang tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam survei angkatan kerja nasional 2022, terdapat 28.058 jiwa menganggur. Tak mengherankan Pemkab Klaten terus berupaya menekan angka pengangguran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Klaten Luciana Rina Damayanti menjelaskan, laju perekonomian pada 2022 mengalami kenaikan signifikan. Tumbuh menjadi 5,9 persen. Sayangnya angka penganggurannya juga masih tinggi.

Data BPS untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2022, mencapai 4,31 persen. Angka Mengalami penurunan dibandingkan 2021 yang mencapai 5,48 persen. Kemudian data Januari-Agustus, terdapat 3.450 pencari kerja yang terdaftar dalam Sistem Informasi Ketenagakerjaan dan Industri (Sikendi).

Sebagai catatan, inovasi berbasis website ini untuk pendaftaran pembuatan kartu kuning. Sehingga data pencari kerja otomatis terhimpun.

“Berbagai upaya kami lakukan untuk menekan angka pengangguran. Salah satunya dengan job fair, belum lama ini. Ada 6.500-an lowongan pekerjaan, dengan target 320 pencari kerja terserap,” ungkap Luciana, Sabtu (21/10).

Upaya lainnya dengan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat. Mulai dari pelatihan menjahit, mengelas, hingga barista (peracik kopi). Diharapkan ini bisa melahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas sesuai bidangnya masing-masing.

Era revolusi industri 4.0, memengaruhi bergesernya industri dari mesin ke teknologi informasi (IT). “Sehingga permintaan (tenaga kerja) tak sebanyak dulu. Padahal ada lonjakan pencari kerja. Jadi memang tidak seimbang, antara pencari kerja dengan lapangan pekerjaannya,” papar Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten Jajang Prihono.

Ada opsi lain bagi pencari kerja, sehingga tidak harus bekerja di perusahaan. Melalui kewirausahaan dengan membangun usaha berupa penyediaan barang yang dibutuhkan pasar.

“Kami mengarahkan pencari kerja untuk mampu menghasilkan (produk). Itu bisa menjadi opsi, sehingga tidak harus bekerja dengan ikut orang lain,” bebernya.

Sementara itu Sofi, 34, warga Kecamatan Klaten Utara mengaku kesulitan mendapatkan pekerjaan sesuai bidang yang diminati. Terutama di Kota Bersinar.

Dia berharap, ke depan pemkab bisa memfasilitasi bertemunya para pencari kerja dengan penyedia kerja. Tak hanya melalui job fair saja, tetapi bisa lewat berbagai program yang digulirkan.

“Ini masih mencari-cari kerja. Sebelumnya mengundurkan diri dari tempat bekerja karena melahirkan di 2022. Susah cari kerja, soalnya lowongannya sedikit,” ujar Sofi. (ren/fer)

Editor : Damianus Bram
#klaten #bps #disperinaker klaten #pengangguran #badan pusat statistik