RADARKLATEN.COM – FN, 13, seorang siswa SMP tenggelam di Umbul Gedaren, Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom, Minggu (29/10). Warga Kecamatan Jatinom itu diduga tidak mahir berenang.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, korban bersama temannya mengendarai sepeda motor berangkat menuju ke Umbul Gedaren sekira pukul 13.00.
Sesampainya di tempat pemandian umum tersebut, mereka berenang di kolam yang berbeda.
FN berenang di kolam sebelah utara dengan ukuran 13 meter x 15 meter serta kedalaman 1,5 meter. Sedangkannya temannya berenang di kolam selatan. Pada pukul 14.30, temannya mencari keberadaan korban, namun tidak dapat menemukan. Korban dikira sudah pulang.
Selanjutnya teman FN memberi tahu ayah korban, Supono,51. Tetapi Supono menerangkan jika korban belum pulang.
Hingga akhirnya memberitahu ke Kepala Desa Gedaren, Udin Diantara bahwa anaknya hilang di Umbul Gedaren. Lantas bersama warga mencari korban ke tempat pemandian tersebut.
Pada pukul 18.00 dilakukan penyelaman dan menemukan korban berada di dasar kolam dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Jatinom. Sedangkan korban langsung dibawa ke Puskesmas Jatinom guna dilakukan pemeriksaan.
”Korban belum mahir berenang. Memang saat datang ke Umbul Gedaren bersama teman-temannya. Korban sendiri berenang dari pukul 14.00,” ucap Kapolsek Jatinom AKP Nahrowi saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo melalui sambungan telepon, Senin (30/10).
Nahrowi menambahkan, korban baru ditemukan pada pukul 19.00. Kemudian dilakukan pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Jatinom. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.
Keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut. Menolak untuk dilakukan otopsi. Dari catatan kepolisian, korban sejak lahir menderita hidrosefalus. Korban tenggelam diduga karena mengalami kram kaki ketika berenang.
Sementara itu, Kades Gedaren Udin Diantara menjelaskan bahwa korban sempat menitipkan ponsel dan sandal akan pergi ke teman-temannya untuk berenang di Umbul Gedaren di kolam yang paling dangkal. Setelah itu pergi ke bagian selatan ke area parkir sepeda motor.
”Tapi setelah itu dicari temannya tidak ada. Tetapi sehabis magrib warga menemukan korban sudah terapung lalu kami melaporkan ke Polsek Jatinom. Pemerintah desa sebenarnya selalu menginformasikan bahwa bagi pengunjung yang tidak bisa berenang untuk ke pinggi umbul pada bagian dangkal,” ucap Udin.
Lebih lanjut, Udin mendapatkan informasi dari orang tua korban, bahwa korban selama ini memang sering berpergian ke berbagai daerah bersama teman-temannya. Termasuk di Umbul Gedaren tersebut. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram