RADARKLATEN.COM – Pegiat cagar budaya Hari Wahyudi menemukan jejak daun jati muda kuno di dekat lokasi sirkuit motocross Desa Leses, Kecamatan Manisrenggo.
Jejak daun itu ditemukan pada kedalaman sekira 30 sentimeter di bawah permukaan tanah dekat temuan yoni dan arca beberapa waktu lalu.
Hari mendatangi lokasi temuan yoni dan arca pada lahan yang digunakan untuk kejuaraan motocross pada Jumat (3/11).
Dia mengungkapkan, ukuran jejak daun kuno itu memiliki panjang 15 cm dengan lebar 12 cm. Jejak daun sebelumnya juga pernah ditemukan di Situs Wonoboyo pada 1990-an.
Diduga merupakan daun jati muda yang diperkirakan terbawa aliran lava dari erupsi Gunung Merapi. Hingga mencapai di wilayah Desa Leses.
Bahkan sampai memastikan kapan terbentuknya jejak daun itu berkoordinasi dengan ahli geologi. Dia memperkirakan sudah terbentuk sebelum era Mataram Kuno.
”Pada lokasi di Situs Leses sendiri tidak ditemukan pohon jati, sehingga dimungkinkan dari atas yang terbawa material lava. Hingga akhirnya terbakar, tetapi pada bagian yang bergaris-garis pada daun itu membentuk dalam lava. Menjadikan mengeras dan ditemukan seperti saat ini,” ucap Hari, Selasa (7/11).
Lebih lanjut Hari mengungkapkan, jejak daun yang ditemukan sebenarnya tidak hanya satu. Tetapi diduga ada beberapa jejak daun kuno.
Dikarenakan mengalami kerusakan akibat aktivitas alat berat saat mengangkat temuan batu yoni dan arca beberapa waktu lalu.
”Sebagai pegiat cagar budaya, saya berharap pada setiap benda yang ditemukan biar di lokasi tersebut. Biar warga yang mengamankan saja. Harapannya desa memiliki sejarah dengan adanya temuan-temuan tersebut,” ucapnya.
Hari mengungkapkan, dengan mempertahankan temuan objek diduga cagar budaya (ODCB) di lokasinya bisa menjadi wahana edukasi bagi masyarakat setempat.
Mengingat jika disimpan di Museum Nasional menjadikan akses warga untuk melihat menjadi terbatas.
”Tapi kalau misalnya ada temuan yang memang dibutuhkan pengamanan seperti berbahan dari logam kemarin bisa dititipkan di kantor desa. Soalnya memiliki legitimasi yang kuat juga,” tandasnya. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram