RADARKLATEN.COM – Peringati Hari Wayang Nasional, Sanggar Gubuk Wayang menggali potensi dalang remaja di Desa Ngalas, Kecamatan Klaten Selatan.
Hal ini diwujudkan dengan pentas wayang semalam suntuk. Menampilkan dua dalang remaja dengan lakon Brubuh Ngalengka.
Digelar di halaman sanggar dan terbuka untuk umum pada Selasa (7/11) malam. Kedua dalang remaja itu David Prajmaraditya, 15, dan Mickael Bernat Adi,18, Mereka tampil berkolaborasi dengan dua dalang lainnya yang sudah profesional.
”Melalui pentas wayang ini saya harapkan ada perhatian dari pemerintah terhadap kesenian wayang. Apalagi ada bibit potensi dalang remaja dari Ngalas ini yang mewakili Klaten di tingkat nasional dan mendapatkan juara. Potensi ini harapannya dapat diketahui,” jelas Gatot Agung Teguh Hartanto yang menggagas pentas wayang dengan dua dalang remaja di Desa Ngalas tersebut.
Teguh menjelaskan, salah satu dalang remaja tidak memiliki latar belakang seni wayang. Tetapi menyukai seni pertunjukan tersebut serta mau berlatih secara mandiri. Sebelum akhirnya dilatih di Sanggar Gubuk Wayang itu secara gratis.
”Perkembangan pedalangan di Ngalas ini cukup bagus. Kalau ini sukses, kami ingin menggelar pentas wayang yang lebih besar lagi. Dilaksanakan secara mandiri tanpa bantuan dari pemerintah,” ucapnya.
Pihaknya setiap minggunya menggelar pentas wayang dengan memainkan berbagai lakon. Tetapi kali ini berbeda karena bertepatan dengan momen Hari Wayang Nasional.
”Wayang ini kan dari Indonesia dan sudah diakui dunia. Saya harapkan wayang ini bisa diwariskan secara turun temurun. Apalagi wayang ini kan budaya dari nenek moyang yang memang perlu dilestarikan,” ucap Sukardi, 66, yang aktif di dunia wayang sejak 2001 seusai purna tugas sebagai personel TNI.
David Prajmaraditya, 15, mengaku kecintaan terhadap wayang hingga akhirnya menjadi dalang berkat ayahnya yang sering membuat wayang. Hal itu membuatnya berlatih secara otodidak untuk mendalang.
”Tapi setelah ketemu Sanggar Gubuk Wayang, saya berlatih di sanggar. Untuk tokoh wayang yang saya sukai yakni Werkudara. Soalnya sosoknya yang jujur dan tidak mencla-mencle,” ucap siswa kelas X SMAN 2 Klaten ini. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram