RADARKLATEN.COM – Musim penghujan sudah tiba. Setelah kekeringan, fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten beralih ke ancaman bencana hidrometerologi.
Salah satunya tanah longsor yang kerap mengancap Kecamatan Gantiwarno. Tercatat 69 kepala keluarga (KK) di Desa Ngandong, Gantiwarno rawan terdampak longsor.
Desa Ngandong terletak di perbatasan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Klaten sudah mengecek sejumlah titik rawan longsor di sana, Senin (6/11) lalu.
Desa ini jaraknya cukup dekat dengan tambang galian C, yang lokasinya masuk wilayah Gunungkidul. Kendati demikian ancaman longsor cukup besar bagi permukiman warga di Desa Ngandong.
“Lokasi penambangan terhubung dengan jalan perbatasan, yang di bawahnya terdapat permukiman warga Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno. Ada sekira 69 KK yang tinggal di sana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten Syahruna, Minggu (12/11).
Syharuna menambahkan, selama pengecekan BPBD berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat. Termasuk membuat skenario untuk mengantisipasi longsor.
“Apabila turun hujan dengan intensitas tinggi, maka balai desa dan sekolahan di Desa Ngandong disiapkan untuk pengungsian. Terutama bagi 69 KK tersebut,” imbuh Syahruna.
Ancaman bencana hidrometeorologi yang menganga, membuat BPBD terus berkoordinasi secara intens dengan pemerintah Kecamatan Gantiwarno.
“Sesuai dengan tupoksi (tugas pkok dan fungsi) BPBD, kami melakukan upaya antisipasi (longsor). Mengurangi dampak dan meminimalkan risiko bencana,” beber Syahruna.
Di sisi lain, pemkab melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten sudah membuat surat edaran (SE) terkait mitigasi bencana hidrometerologi.
Di antaranya pemangkasan dahan pohon yang berpotensi tumbang atau berdekatan dengan kabel listrik. Termasuk pembersihan saluran air untuk mencegah banjir.
SE ditujukan kepada organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga kepala desa.
Tak hanya itu, pengelola papan reklame juga diminta untuk memastikan kondisi tiang penyangganya. Supaya tidak mudah rusak atau robih ketika diterpa angin kencang.
“Potensi ancaman bencana hidrometerologi di Klaten seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor. Longsor juga bisa terjadi di lokasi penambangan. Saat hujan deras berdampak terjadi banjir. Nantinya bisa mengakibatkan longsor,” papar Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya.
Sebagai antisipasi, pengusaha tambang diimbau bisa meminimalkan ancaman longsor yang berpotensi menimpa permukiman warga. Salah satunya dengan membuat terasering di lokasi pertambangan.
“Dibuat parit agar aliran air lancar ketika hujan mengguyur lokasi penambangan," ujar Yoga. (ren/fer)
Editor : Damianus Bram