Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sushi ala Jawa Menangi Kreasi Gizi Isi Piringku, Bupati Klaten: Bukti Menu Bergizi Tak Harus Mahal

Angga Purenda • Rabu, 15 November 2023 | 01:48 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani cicipi menu racikan lomba kreasi gizi Isi Piringku di Grha Bung Karno, Selasa (14/11/2023). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
Bupati Klaten Sri Mulyani cicipi menu racikan lomba kreasi gizi Isi Piringku di Grha Bung Karno, Selasa (14/11/2023). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

 

RADARKLATEN.COM- Beragam cara dilakukan Pemkab Klaten untuk menggerus kasus stanting.

Terbaru, Pemkab Klaten menggelar lomba kreasi gizi bertema Isi Piringku yang digelar di Grha Bung Karno, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Selasa (14/11/2023).

Kegiatan tersebut diikuti 26 peserta yang merupakan penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) mewakili masing-masing kecamatan di Kabupaten Klaten.

Mereka berlomba menyuguhkan menu hemat penuh gizi. Seharga Rp 17.000 per hidangan.

Setelah melalui proses penjurian yang cukup ketat, juara I lomba kreasi gizi Isi Piringku diboyong peserta dari Kecamatan Jatinom.

Disusul Kecamatan Ceper di posisi juara II, dan juara II diraih peserta dari Kecamatan Kemalang.

“Lomba ini untuk meningkatkan kesadaran pentingnya mencegah dan menangani stunting,” terang Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DISSOSP3APPKB) Klaten M. Nasir.

Menurut Nasir, menyuguhkan menu bergizi untuk keluarga tidak selalu malah. Bisa dilakukan dengan mudah dan menyenangkan.

Lomba Isi Piringku dimulai sejak Juli-Agustus di tingkat desa. Berlanjut di tingkat kecamatan. Peserta yang juara di tingkat kecamatan, berhak maju ke tingkat kabupaten.

“Ada tiga juri yang melakukan penilaian. Terkait kesesuaian, penampilan, dan rasa masakan,” tambah Nasir.

Indah Maida, perwakilan Kecamatan Jatinom yang meraih juara I mengatakan, menu yang disajikan dari ide kelompok secara mendadak.

Ada sushi nasi jagung, sayur kukus, takoyaki ayam telur kampung, ekado tahu dan ikan kembung.

“Kami menamai hidangan ini Sushi ala Jawa. Kenapa pilih menu ini karena memang menarik dan bahannya mudah didapat di sekitar rumah. Secara gizi juga sudah lengkap. Ada vitamin, mineral, protein dan karbohidrat,” beber dia.

Indah tak menyangka menu yang disajikan itu bisa memperoleh juara I. Menurutnya, peserta lainnya juga tidak kalah menarik.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengapresiasi lomba kreasi gizi Isi Piringku.

Kegiatan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama penerima manfaat PKH akan pentingnya mencegah stunting melalui menu bergizi dan murah.

“Tidak mau kan, kasus stunting di Kabupaten Klaten di atas rata-rata. Untuk target nasional, angka stunting di 2024 adalah 14 persen,” terang Sri Mulyani.

“Sedangkan angka stunting di Klaten saat ini 14,63 persen. Jadi kurang 0,63 persen kalau berdasarkan target nasional itu,” imbuh bupati Klaten.

Sri Mulyani menargetkan, kasus stunting dalam masa kepimimpinannya harus 10 persen.

Maka itu, Sri Mulyani berharap seluruh jajaran untuk kerja keras menurunkan kasus stunting.

Ditambahkan bupati Klaten, melalui lomba kreasi gizi Isi Piringku, membuktikan bahwa menu bergizi tidak harus mahal.

Bahan-bahannya bisa didapatkan di lingkungan sekitar. Harapannya, melalui menu bergizi itu bisa melahirkan generasi penerus yang bebas stunting.

“Saya harapkan melalui lomba ini bagi masyarakat, khususnya ibu hamil, bisa menerapkan asupan bergizi. Dapat memperkaya bahan yang sehat, sehingga dapat menurunkan kasus stunting,” pungkas Sri Mulyani. (ren/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#isi piringku #stunting #bupati klaten #Sri Mulyani #lomba kreasi gizi #pemkab klaten