Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

12 Mahasiswa di Klaten Positif HIV, Mayoritas Lelaki Seks dengan Lelaki

Angga Purenda • Minggu, 3 Desember 2023 | 19:10 WIB
Sekretaris KPA Klaten Ronny Roekmito
Sekretaris KPA Klaten Ronny Roekmito

RADARKLATEN.COM - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten mengungkap 124 kasus HIV/AIDS sepanjang Januari-Oktober 2023. Dari jumlah itu 12 kasus diantaranya berstatus mahasiswa.

“Tahun kemarin ada 140 temuan kasus. Sedangkan pada tahun ini hingga Oktober ada 124 temuan kasus. Dari jumlah kasus tahun ini, kami temukan 12 mahasiswa (positif HIV, Red),” ucap Sekretaris KPA Klaten, Ronny Roekmito, saat ditemui di sela-sela jalan sehat peringatan Hari AIDS sedunia di Pemkab Klaten, Jumat (1/12).

Lebih lanjut, Ronny menjelaskan, belasan mahasiswa yang terdeteksi HIV itu berasal dari kelompok faktor risiko lelaki seks dengan lelaki (LSL).

Hal itu didasarkan deteksi yang dilakukan oleh kelompok dukungan sebaya dan petugas medis.

Ia menambahkan, 12 mahasiswa yang terdeteksi itu merupakan warga Klaten. Saat ini, mereka menjalani pengobatan di Klaten.

Saat ini, untuk kasus HIV pada usia pelajar dan mahasiswa tengah menjadi perhatian KPA Klaten.

Berdasarkan data dari KPA Klaten pada 2022 terdapat lima kasus HIV pada kelompok pelajar. Mereka juga tertular karena perilaku seks menyimpang yakni LSL.

Bahkan dari penelusuran yang dilakukan KPA Klaten terdapat komunitas pada kelompok risiko itu di Kota Bersinar.

Mereka melakukan komunikasi melalui grup Whatsapp (WA) maupun media sosial lainnya.

Terkait penyebab pelajar dan mahasiswa melakukan seks menyimpang dan tertular HIV, Ronny mengungkapkan dipengaruhi berbagai faktor.

Mulai dari faktor media sosial hingga lingkungan. Termasuk diiming-imingi gaya hidup mewah.

“Jadi ada yang diiming-imingi barang, ponsel dan barang yang menjadi keinginan mereka. Maka itu ketika kami gelar sosialisasi, kami sampaikan ke orang tua muapun guru untuk diwaspadai ketika anak tiba-tiba memiliki ponsel baru dan uang banyak,” ucap Ronny.

Berbagai upaya telah dilakukan KPA Klaten dalam mencegah perilaku menyimpang hingga tertular HIV/AIDS tersebut. Salah satunya melakukan sosialisasi yang menyasar para guru bimbingan konseling secara gencar.

Mereka dibekali tentang bahaya HIV/AIDS sehingga bisa dilakukan pencegahan kepada peserta didik.

“Kami sasar ke guru BK karena menurut kami sebagai besar kegiatan anak usia pelajar itu di sekolah. Kami juga sedang merancang sosialisasi melalui tokoh-tokoh muda untuk ikut serta menggencarkan sosialisasi kami,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani terus mendorong KPA Klaten untuk menekan kasus HIV/AIDS di Kota Bersinar.

Terlebih lagi hal itu dilakukan karena terdapat gerakan untuk mengejar target zero kasus HIV/AIDS di 2030.

“Perlu keterlibatan berbagai pihak termasuk masyarakat. Memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan agar bekerja bersama dalam pencegahan dan pengendalian HIV menuju tercapainya berakhirnya AIDS di 2030,” pungkasnya.(ren)

Editor : Damianus Bram
#kpa klaten #seks antar laki-laki #aids/hiv #lelaki seks dengan lelaki #mahasiswa #Komisi Penanggulangan AIDS