RADARKLATEN.COM – Program Sambang Warga pada tahun ini sudah berlangsung di 24 kecamatan dari total 26 kecamatan. Terakhir dilaksanakan di Desa Jiwan, Kecamatan Karangnongko, kemarin (5/12).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten pun bakal melakukan evaluasi terhadap inovasi program tersebut yang sudah berjalan selama 2023.
Seperti diketahui program itu menjadi ajang silaturahmi antara Bupati Klaten Sri Mulyani dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) kepada masyarakat.
Di sisi lain, Sambang Warga juga sebagai ajang menyerap aspirasi hingga keluhan masyarakat yang ada daerah untuk bisa segera ditindaklanjuti pemkab.
Setiap kali Sambang Warga juga dihadirkan berbagai pelayanan untuk masyarakat secara gratis. Seperti pengurusan administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan, hingga paket murah sembako.
Begitu juga deretan bazar UMKM yang berasal dari setiap potensi desa pada kecamatan yang dikunjungi.
“Kalau saya melihat secara keseluruhan semuanya sudah baik. Semuanya ikut terlibat. Semuanya (warga yang hadir dalam sambang warga, Red) bahagia pulang membawa doorprize,” ucap Bupati Klaten Sri Mulyani kepada Jawa Pos Radar Solo seusai Sambang Warga di Desa Jiwan, Karangnongko.
Lebih lanjut, Mulyani mengungkapkan, untuk gelaran Sambang Warga pada tahun selanjutnya hendak menyasar warga yang belum tersentuh bantuan. Baik itu bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Pada setiap kali Sambang Warga sebenarnya Mulyani juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada perwakilan warga.
Bantuan yang diserahkan Mulyani seperti dari Badan Amil dan Zakat Nasional (BAZNAS) untuk muazin dan marbot. Ada pula bantuan jambanisasi, pendidikan hingga jaminan hidup.
“Untuk kedepannya, kami ingin menghadirkan para penerima dari masyarakat yang belum tersentuh kaitannya program dari pemerintah untuk diberikan bantuan,” tambah Mulyani.
Mulyani mengungkapkan, setiap kali Sambang Warga pada tahun ini, dia meminta kepala desa (kades) maupun camat untuk mencari warga di wilayahnya memprihatinkan, baik secara ekonomi maupun kesehatannya. Termasuk belum tersentuh bantuan sama sekali.
“Bantuan itu biasanya saya berikan secara spontan. Ini di luar dari perencanaan. Saya berikan bantuan berupa uang tunai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta,” ucap Mulyani.
Sementara itu, Kepala Desa Jiwan, Sulardi dalam Sambang Warga menyampaikan aspirasi warganya.
Di antaranya terakit pemberdayaan UMKM hingga pembangunan kantor pemerintah desa yang masih terkendala alit status tanah yang belum usai.
“Untuk potensi desa kami khususnya di bidang seni budaya, diantaranya eksistensi sanggar seni tari jathilan yang telah dikenal hingga di luar daerah. Ada juga kelompok seni musik campursari, hingga pedalangan ketoprak dan karawitan yang telah banyak mengukir prestasi,” ucap Sulardi.
Sulardi mengungkapkan, beberapa pemeran ketoprak ikut andil dalam mengangkat nama Kecamatan Karangnongko. Hingga pernah meraih juara dalam festival ketoprak yang digelar Dewan Kesenian Klaten.
Dia pun berharap ada perhatian khusus dari dinas terkait untuk potensi tersebut. (ren/nik)
Editor : Damianus Bram