RADARSOLO.COM - Seorang kakek asal Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi, Klaten meninggal dunia sehari setelah tersengat tawon jenis Vespa affinis. Sebelumnya, pria lansia itu disengat kawanan tawon saat bersih-bersih pekarangan.
“Disengatnya kemarin (Kamis, Red) siang. Kemudian dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan. Kami mendapatkan informasi tadi pagi (Jumat, Red) sekira pukul 03.00, (korban) meninggal dunia,” ucap Kapolsek Wedi AKP Ismail saat dihubungi, Jumat (8/12).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, korban bernama S. Karno, 82.
Lansia tersebut disengat tawon saat sedang bersih-bersih pekarangan di belakang rumah pada Kamis (7/12) sekira pukul 10.00.
Saat kejadian, kakek itu hanya seorang diri. Sehingga tak ada satu orang pun yang tahu bagaimana awal korban bisa tersengat tawon.
Warga baru berdatangan saat korban berteriak meminta tolong. Warga bersama anak korban lantas membawa lansia itu ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.
“Kemarin kondisi kesehatan beliau sebenarnya sudah bagus setelah masuk rumah sakit. Kemudian tadi pagi tahu-tahu dapat informasi korban sudah meninggal dunia,” ucap Ismail.
Berdasarkan keterangan sang anak, lanjut Ismail, korban mendapat puluhan sengatan tawon pada bagian kepala, tangan dan kaki.
Setidaknya lebih dari 20 titik sengatan dan meninggalkan bekas berupa bentol-bentol.
Jenazah korban sudah dimakamkan pada Jumat (8/12) pukul 10.00 WIB. Sementara sarang tawon yang berukuran sebesar helm rencananya ditangani pada Jumat (8/12) malam. Posisi sarang tawon Vespa affinis itu berada di semak pepohonan di permukaan tanah.
“Saat siang tawon cenderung agresif. Jadi evakuasi sarang dilakukan pada malam hari,” ucap dia. (ren/ria)
Editor : Syahaamah Fikria