RADARKLATEN.COM - Desa Burikan, Kecamatan Cawas menjadi salah satu daerah rawan bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Klaten pada saat musim hujan.
Sebagai informasi, Desa Burikan ini dilintasi anak Sungai Dengkeng dan berbatasan langsung dengan perbukitan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ).
Kondisi itu membuat Kodim 0723/Klaten melakukan Karya Bakti Penghijauan dan Bersih Sungai dalam rangka Hari Juang TNI Angkatan Darat (AD) di Desa Burikan pada Sabtu (9/12).
Kegiatan karya bakti yang mengusung tema "TNI Angkatan Darat Maju Bersama Rakyat" itu melibatkan 500 orang.
Kegiatan itu langsung dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Czi Bambang Setyo Triwibowo, Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya dan Wakapolres Klaten Kompol Tri Wakhyuni.
Turut hadir dalam kegiatan itu adalah, Camat Cawas Moh Prihadi, Danramil 20/Cawas Kapten Inf Sukimanto dan Kapolsek Cawas Iptu Nyoto Heru Mardiyanto.
Selain itu, Kepala Desa (Kades) Burikan Suroto, perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), relawan dan warga sekitar juga terlibat dalam kegiatan tersebut.
“Kegiatan pembersihan parit dan anak Sungai Dengkeng sepanjang 600 meter. Kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon di sepanjang tanggul sungai sejumlah 600 bibit pohon,” ucap Dandim 0723/Klaten Letkol CZI Bambang Setyo Triwibowo, Sabtu (9/12).
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, Desa Burikan menjadi sasaran pada kegiatan kali ini karena sering menjadi daerah langganan banjir. Terutama pada saat memasuki musim hujan seperti saat ini.
Maka itu dilakukan penanaman bibit pohon buah dan pohon keras diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di wilayah tersebut.
“Saya berharap agar tanaman tersebut dapat dijaga, dipelihara dan dimanfaatkan. Harapannya bisa menambah pendapatan bagi masyarakat,” pesan Bambang.
Sementara itu, Kades Burikan Suroto menyambut baik Karya Bakti Penghijauan dan bersih sungai di desanya itu.
Dirinya pun mengapresiasi Kodim 0723/Klaten dan Pemkab Klaten yang telah menginisiasi dan memberikan bantuan tanaman pohon untuk penghijauan di bantaran Sungai Padangan dan Sungai Gamping.
“Soalnya setiap tahun selalu ada musibah tanggul jebol. Jadi ini sebagai upaya bersama untuk mengantisipasi terjadinya banjir di desa kami,” ucap Suroto.
Suroto mengungkapkan, dampak akibat jebolnya tanggul sungai pada wilayahnya yakni terendamnya lahan persawahan.
Kondisi ini membuat petani harus menanam kembali tanaman padinya karena terdampak banjir. Hal itu yang selalu menghantui warga setiap ada kejadian kali tanggul sungai jebol.
“Kejadian terakhir ada sekira 50 hektare sawah yang terendam. Tapi tidak sampai terendam beberapa hari. Kalau yang betul-betul terdampak dan harus tanam kembali ya sekira 5 hektare,” ucap Suroto.
Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 0723/Klaten tersebut.
Harapannya sangat berguna untuk mencegah terjadinya banjir dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Kegiatan penanaman pohon ini merupakan kegiatan jangka panjang. Hasilnya akan kita nikmati di masa yang akan datang,” pungkasnya. (ren)
Editor : Damianus Bram