RADARSOLO.COM – Sebanyak 13 gereja menjadi prioritas pengamanan Polres Klaten dalam kegiatan ibadah Natal 2023.
Polres Klaten sendiri menerjunkan total 600 personel dalam Operasi Lilin Candi kali ini. Petugas ditempatkan di sejumlah objek vital.
Termasuk di gereja-gereja di Klaten. Di mana diperkirakan lebih dari 1.000 umat Nasrani bakal mengikuti ibadah Natal di sejumlah gereja di Klaten.
“Total gereja di Klaten itu ada 183 gereja. Tapi ada 13 gereja yang menjadi prioritas pada ibadah perayaan Natal kali ini," ujar Kapolres Klaten AKBP Warsono seusai gelar pasukan Operasi Lilin Candi di Alun-Alun Klaten, Jumat (22/12).
Sebanyak 13 gereja itu jadi prioritas karena jumlah umatnya cukup banyak.
Maka itu, kata kapolres, dilaksanakan pengamanan dan penjagaan ekstra dengan menempatkan personel.
Pengamanan ini juga melibatkan tim internal gereja dengan pam swakarsa.
Mereka telah mendapat bekal terkait standar operasional prosedur (SOP) pengamanan di gereja. Termasuk diberikan peralatan berupa metal detector.
Polres Klaten juga sudah melakukan MoU dengan Forum Kerja Sama Gereja (FKG) Kabupaten Klaten untuk pengamanan internal tersebut.
Harapannya, umat Nasrani bisa menjalankan ibadahnya dengan khidmat.
“Saya mengimbau untuk tidak membawa barang berharga ke gereja. Tetap terus meningkatkan kewaspadaan. Memastikan meninggalkan rumah dalam keadaan aman,” ucap Warsono.
Dia menambahkan, dalam Operasi Lilin Candi yang digelar mulai 22 Desember 2023 sampai 2 Januari 2024, Polres Klaten mendirikan pos pengamanan, pos pelayanan dan pos pantau.
Total ada lima pos yang didirikan. Meliputi pos pengamanan di Kecamatan Prambanan, Jatinom dan Delanggu.
Kemudian, pos pelayanan di Alun-Alun Klaten, pos pantau di exit tol karanganom, Desa Kuncen, Kecamatan Ceper.
Sementara itu, Tim Kerja Komsos Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi Laurentius Sukamta menjelaskan, untuk pengamanan ibadah Natal pada Minggu (24/12) dan Senin (25/12) akan melibatkan tim keamanan internal gereja.
Di samping itu, juga dibantu relawan lintas agama maupun iman.
“Itu untuk mendukung pengamanan yang dilakukan oleh aparat keamanan. Seperti dari kepolisian dan TNI,” pungkasnya. (ren/nik/ria)
Editor : Syahaamah Fikria