Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Petani di Klaten Didominasi Usia Lebih dari 45 Tahun

Angga Purenda • Selasa, 26 Desember 2023 | 22:09 WIB
Salah satu petani sedang menggarap lahan pertanian di Desa Senden, Kecamatan Ngawen,
Salah satu petani sedang menggarap lahan pertanian di Desa Senden, Kecamatan Ngawen,

RADARKLATEN.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Klaten mengeluarkan rilis terkait hasil Sensus Pertanian (ST) 2023 Tahap 1 tentang jumlah dan usia petani di Kota Bersinar.

Melihat dari hasil sensus tersebut, petani di wilayah Klaten masih didominasi usia lebih dari 45 tahun.

Berdasarkan data yang diterima Jawa Pos Radar Solo dari BPS Klaten, rincian petani kelompok usia 55-64 tahun sebanyak 32.697 orang.

Kemudian usia 45-54 tahun sebanyak 27.654. Sedangkan usia 65 tahun ke atas sebanyak 27.408 orang.

Sementara itu, untuk kelompok usia 35-44 tahun terdapat 16.545 orang. Kelompok umur 25-34 tahun terdapat 4.702 orang.

Sedangkan kelompok umur 15-24 tahun sebanyak 405 orang, serta kurang dari 15 tahun sebanyak empat orang.

Dari penjelasan BPS Klaten, empat orang kelompok usia di bawah 15 tahun itu beternak seperti burung dan ayam.

Apabila dikelompokan menurut klasifikasi generasi merujuk William H Frey, petani di Klaten didominasi generasi X (lahir tahun 1965-1980) sebesar 40 persen dan baby boomer (lahir tahun 1946-1964) sebesar 41 persen.

Sementara itu, untuk jumlah petani milenial kelompok umur 19-39 tahun di Klaten tercatat sebanyak 11.236 orang.

Jumlah itu hanya 10,27 persen dari total jumlah petani di Klaten sebanyak 109.415 orang.

Kepala BPS Klaten Rudi Cahyono mengatakan Sensus Pertanian (ST) 2023 itu digelar pada 1 Juni-31 Juli 2023.

Metode pencacahan dilakukan dengan mendatangi satu per satu petani atau door to door pada daerah pedesaan. Sementara wilayah perkotaan secara snow ball atau getok tular.

"Pertanian di Klaten terkosentrasi di daerah pedesaan. Harapan kami dari sensus pertanian 2023 ini bisa dimanfaatkan secara penuh oleh pemerintah. Khususnya untuk memperbaiki atau meredesain kebijakan pembangunan di sektor pertanian," ucap Rudi saat ditemui Jawa Pos Radar Solo beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, ada beberapa isu pertanian yang masih dihadapi di Indonesia. Seperti terkait ketahanan pangan hingga keberlanjutan atau regenerasi. Mengingat petani di Klaten didominasi usia lebih dari 45 tahun.

"Mudah-mudahan dari sensus pertanian ini bisa memperbarui data yang dimiliki. Menjadikan kebijakan yang dirancang lebih tepat," ucap Rudi.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Klaten, Maryanto mengapresiasi sensus pertanian yang dilakukan oleh BPS Klaten. Terlebih lagi bisa memotret komposisi petani saat ini di Kota Bersinar.

"Secara penyajian cukup bagus, karena mendekati kondisi petani di lapangan. Harapannya bisa menjadi dasar pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk memberikan perlindungan bagi petani," ucap Maryanto.

Soal regenerasi petani di Klaten, Maryanto memastikan KTNA mendukung penuh hal tersebut. Meski begitu, dirinya tidak menggunakan petani milenial tetapi istilah pemuda tani.

Maryanto mengatakan, bahwa KTNA sebelumnya telah melatih sekira 20 pemuda tani dalam menggunakan alat mesin pertanian (Alsintan) yakni transplanter.

Diharapkan mereka memiliki keterampilan dalam menggunakan alat penanam bibit padi tersebut.

"Kami harapkan mereka bisa bekerja di desanya dengan menjadi operator transplanter yang ada di wilayahnya masing-masing secara optimal. Jadi mereka sudah bisa menghitung hasilnya. Untuk mendapatkan upah Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu dalam satu hari bukan lagi menjadi hal yang sulit," ucap Maryanto.

KTNA Klaten pun masih membuka bagi pemuda tani lainnya yang hendak belajar mengoperasikan alat tanam bibit padi.

Siap memfasilitasi pelatihan selama satu minggu penuh agar bisa bekerja di desanya masing-masing.

"Apalagi dengan kondisi saat ini untuk mencari regu tanam yang terdiri dari ibu-ibu semakin sulit. Maka itu kami mencoba lewat program pemuda tani ini. Sekaligus untuk membangkitkan petani-petani muda di Klaten," pungkasnya.(ren)

Editor : Damianus Bram
#KTNA Klaten #BPS Klaten #petani milenial #regenerasi #Sensus pertanian #petani #Kontak Tani Nelayan Andalan