Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tiga Los Tembakau di Karanglo Ambruk Diterjang Angin Kencang

Angga Purenda • Kamis, 4 Januari 2024 | 21:31 WIB
Kondisi los pengeringan temabakau milik PTPN di Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan yang ambruk diterjang angin kencang, Kamis (4/1)
Kondisi los pengeringan temabakau milik PTPN di Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan yang ambruk diterjang angin kencang, Kamis (4/1)

RADARKLATEN.COM - Tiga unit bangunan los pengeringan tembakau milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di Desa Karanglo, Kecamatan Klaten Selatan ambruk diterjang angin kencang pada Rabu (3/1).

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena saat kejadian tidak ada aktivitas.

Berdasarkan pantauan RadarKlaten.com, proses evakuasi terhadap bangunan los tembakau yang ambruk dilaksanakan pada Kamis (4/1) pagi.

Terlihat setidaknya ada 30 orang yang sedang mengevakuasi bambu yang digunakan sebagai bahan utama bangunan los tembakau.

"Ini yang paling utama untuk bambu yang berada di lahan persawahan milik petani, kami evakuasi dulu. Kemudian memilah bambu yang masih bisa digunakan," ucap Asisten Manager Operasional PTPN I, Agil saat ditemui Jawa Pos Radar Solo, di lokasi, Kamis (4/1).

Lebih lanjut, Agil menjelaskan, unit bangunan los pengeringan tembakau itu memiliki panjang 100 meter dan lebar 12,5 meter.

Bisa menampung 40 ton tembakau basah yang bangunannya saat ini sudah digunakan selama dua tahun.

Ia mengungkapkan, setiap kali musim tembakau tiba setidaknya ada 50 orang yang beraktivitas di setiap unit bangunan los pengeringan tersebut.

Ada pun tembakau yang dikeringkan selama ini merupakan kualitas ekspor.

"Sebenarnya bangunannya masih sangat kokoh untuk penggunaan selama lima tahun apabila normal. Jadi kalau pun hujan tetap masih kuat. Hanya angin kencang saja yang membuat bangunan los tembakau menjadi ambruk,” ucap Agil.

Agil menjelaskan, total bangunan los pengeringan tembakau milik PTPN terdapat delapan unit. Tetapi yang ambruk tiga unit yang seluruhnya di wilayah Karanglo.

Ada pun biaya yang harus dikeluarkan untuk membangun setiap unit bangunan los pengeringan tembakau sekira Rp 140 juta.

Ada pun dibutuhkan waktu selama satu minggu untuk membangun satu unit bangunan los tembakau tersebut.

“Kami rencanakan untuk membangun kembali los tembakau yang ambruk ini. Tetap di lahan yang sama,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten Syahruna menjelaskan angin kencang disertai hujan deras pada Rabu (3/1) berdampak pada 25 kecamatan di 122 desa.

Mulai dari pohon tumbang hingga bangunan semi permanen mengalami kerusakan.

“Ada empat korban dalam kejadian itu. Satu korban mengalami luka sedang karena tertimpa pohon tumbang. Dia pegawai dari Puskesmas Wonosari yang saat ini dirujuk ke rumah sakit Moewardi,” ucap Syahruna.

Kemudian tiga korban lain mengalami luka ringan karena terkena asbes saat beraktivitas memancing di kolam.

BPBD Klaten pun telah mengambil langkah-langkah paska kejadian angin kencang disertai hujan deras.

Yakni mengumpulkan seluruh camat untuk mencocokan data dampak dari angin kencang di wilayahnya masing-masing.

“Untuk penanganannya diselesaikan di wilayah masing-masing kecamatan. Kami imbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem untuk kedepannya. Terutama untuk tidak berteduh di bawah pohon saat hujan deras,” pungkasnya. (ren)

Editor : Damianus Bram
#angin kencang #Pengeringan Tembakau #pt perkebunan nusantara #ptpn #hujan deras