Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Jalan Rusak di Desa Manjungan Akibat Dilintasi Truk Pengangkut Material, Bupati Klaten Kecewa dengan Pelaksana Tol Solo-Jogja yang Tidak Peduli

Angga Purenda • Minggu, 14 Januari 2024 | 23:51 WIB
Ruas jalan kabupaten di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen yang mengalami rusak berat akibat dilintasi armada truk pengangkut material tanah uruk untuk Jalan Tol Solo-Jogja
Ruas jalan kabupaten di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen yang mengalami rusak berat akibat dilintasi armada truk pengangkut material tanah uruk untuk Jalan Tol Solo-Jogja

RADARKLATEN.COM - Bupati Klaten Sri Mulyani mengaku kecewa dengan pelaksana Tol Solo-Jogja yang dirasa tidak peduli dengan kondisi jalan yang rusak akibat dilintasi truk pengangkut material tanah urug.

Terutama pada ruas jalan kabupaten di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen sepanjang 400 meter mengalami rusak berat.

Berdasarkan pantauan dari RadarKlaten.com, pada Sabtu (13/1) ruas penghubung Desa Gedaren-Manjungan itu sudah tidak terdapat aspal sehingga hanya berupa tanah.

Kondisi jalan berlubang dan bergelombang membuat pengendara kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintas.

Beberapa titik jalan menyempit sehingga pengendara harus bergantian saat melintasi ruas tersebut.

Jalan juga menjadi licin setelah diguyur hujan sehingga pengendara motor sering kali jatuh. Kondisi tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari selama enam bulan terakhir.

Pemerintah Desa (Pemdes) Manjungan pun sempat mengirimkan surat untuk ditujukan kepada Bupati Klaten Sri Mulyani yang ditembuskan ke pelaksana proyek tol pada akhir Desember tahun lalu untuk menutup ruas tersebut.

Mengingat cukup membahayakan bagi pengendara yang sebelumnya tidak mengenal medan yang hendak dilintasi.

Kini gapura masuk desa sudah dipasang water barrier oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten. Hal itu membuat truk pengangkut material tanah uruk untuk jalan tol tidak bisa melintasi ruas tersebut.

Ada pula spanduk peringatan dan imbauan yang dipasang pada gapura ditujukan bagi pengendara kendaraan pribadi untuk berhati-hati saat melintasi ruas tersebut.

“Sebenarnya tidak hanya di Manjungan saja. Saya melihat di media sosial kondisinya sangat memprihatinkan. Apalagi kalau sehabis hujan,” ujar Bupati Klaten Sri Mulyani saat ditemui di Rumah Dinas Bupati Klaten, Jumat (12/1).

Lebih lanjut, Mulyani mengungkapkan, respon dari pihak ketiga dari pelaksana Jalan Tol Solo-Jogja dinilai sangat lemah sekali.

Dimana tidak ada kepeduliannya dengan kondisi jalan yang sebelumnya dilintasi ratusan truk muatan tanah uruk tol setiap harinya. Hanya mengejar target dari proyek strategis nasional (PSN).

Mulyani menyoroti pihak ketiga yang tidak memiliki rasa tanggungjawab terhadap kondisi ruas jalan yang sudah bobrok.

Padahal sebelumnya sudah disepakati MoU yang sudah mengatur siapa berbuat apa. Termasuk perbaikan ruas jalan kabupaten di Desa Manjungan tersebut.

“Percuma rapat-rapat sebelum sekali tapi tindaklanjutnya setahun sekali. Saya kecewa dengan pelaksana tol yang tidak peduli dengan jalan yang rusak akibat truk-truk (pengangkut material tanah uruk untuk tol, Red),” ujar Mulyani.

Mulyani mengungkapkan, terkait jalan rusak akibat sering dilintasi truk pengangkut material tanah uruk sudah beberapa kali dirapatkan dengan pelaksana proyek tol.

Tetapi menurutnya, tidak disosialisasikan ke pelaksana lapangan sehingga pengemudi truk tidak mengetahui jalur mana saja yang boleh dilintasi serta kewajibannya.

“Ketika intensitas hujan begitu deras untuk kondisi jalan semakin parah (rusak. Red). Kami alokasikan APBD (untuk perbaikan jalan, Red) tapi kan ada batasnya. Pihak ketiga sangat lemah sekali dalam melaksanakan MoU,” ujar Mulyani.

Sementara itu, Pimpinan Proyek PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) M. Ahdal Masruhin mengungkapkan sebenarnya terdapat tiga tim sampai empat tim untuk melakukan perbaikan terhadap seluruh ruas jalan yang mengalami kerusasakan akibat dari dampak proyek strategis nasional (PSN).

“Untuk perbaikan sudah dimulai beberapa bulan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Kami juga sering melakukan rapat dengan Klaten,” ujar Ahdal.

Lebih lanjut, Ahdal menegaskan, komitmennya untuk tetap membenahi seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan akibat proyek tol di Klaten. (ren)

Editor : Damianus Bram
#Truk Material #Desa Manjungan #jalan rusak #bupati klaten sri mulyani #tol solo-jogja