RADARKLATEN.COM - Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kabupaten Klaten bakal dimulai besok, Senin (15/1).
Ada 127.183 anak usia nol hingga tujuh tahun 11 bulan 29 hari menjadi target sasaran imunisasi tersebut.
Kegiatan ini bakal dilaksanakan secara serentak di 34 puskesmas serta posyandu yang tersebar di 26 kecamatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten Anggit Budiarto menjelaskan pencanangan imunisasi polio direncanakan dilaksanakan di Puskesmas Polanharjo.
Dihadiri oleh Kepala Dinkes Jawa Tengah, PKK Provinsi Jawa Tengah dan Bupati Klaten pada Senin (15/1) sekira Pukul 09.00.
“Kalau untuk yang di puskemas mulai Pukul 07.30 sudah dilayani sesuai jam kerja. Jadi saya harapkan masyarakat yang memiliki anak 0-7 tahun bisa mengikuti imunisasi polio,” jelas Anggit Budiarto kepada RadarKlaten.com, Sabtu (13/1).
Lebih lanjut, Anggit menjelaskan, berdasarkan pusat data dan teknologi informasi (pusdatin) terdapat 118 ribu anak di Klaten harus diimunisasi.
Tetapi berdasarkan pendataan secara riil di lapangan terdapat 127 ribu anak di imunisasi. Akhirnya Dinkes Klaten menggunakan data riil tersebut.
Anggit memastikan untuk vaksin polio sudah tiba di Klaten. Meski begitu, jumlahnya belum sesuai sasaran anak yang hendak diimunisasi. Mengingat kedatangan vaksin polio secara bertahap.
“Untuk pelaksanaan imunisasi dilaksanakan selama satu minggu. Kami mengerahkan seluruh tenaga kesehatan di puskesmas sudah cukup. Mulai dari bidan desa, perawat dan dokter. Termasuk berkoordinasi ke seluruh posyandu yang ada di desa,” ujar Anggit.
Guna pelaksanaan imunisasi polio optimal, dinkes juga melaksanakan di sejumlah sekolah dasar (SD).
Mengingat siswa Kelas I SD juga masuk menjadi sasaran dari pekan imunisasi polio tersebut.
Hal itu untuk mengantisipasi anak sekolah yang sebenarnya masuk dalam sasaran tetapi belum melaksanakan imunisasi.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan WHO terkait reaksi imunikasi polio terhadap tubuh ini tidak ada masalah apa pun. Tapi kalau sampai demam itu wajar. Soalnya vaksin ini adalah virus yang sudah dilemahkan,” ujar Anggit.
Terkait kondisi anak perempuan, NH, 6, asal Kecamatan Manisrenggo yang terinfeksi polio terus menunjukan perbaikan.
Fisioterapi terus dilakukan secara rutin oleh Puskesmas Manisrenggo terhadap anak agar bisa beraktivitas kembali.
Termasuk penjadwalan pemeriksaan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Jogjakarta setiap sebulan sekali.
“Sudah bisa berdiri dan masih latihan gerak yang didampingi fisioterapis. Tetapi masih menggunakan alat bantu jalan. Komunikasi dan responnya dari si anak cukup baik,” jelas Anggit.
Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani menjelaskan, terkait pelaksanaan imunisasi polio terus dilakukan secara intensif dengan pemerintah pusat. Termasuk terkait pendistribusian vaksin polio tersebut.
“Anak yang terinfeksi polio sebelumnya mengikuti pulang ibunya untuk melahirkan di Sampang, Madura. Ternyata di sana juga ada kasus polio. Tetapi kami sudah melaksanakan pelacakan terhadap 30 sampel anak di sekitar kediaman NH dan hasilnya negatif,” ujar Mulyani. (ren)
Editor : Damianus Bram