Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Usai Sosialisasikan Produk Kesehatan di Sleman, Bapak-Anak asal Lamongan Ini Tewas dalam Laka KA vs Mobil di Klaten

Damianus Bram • Senin, 15 Januari 2024 | 04:53 WIB

 

Kondisi mobil yang ringsek akibat tertabrak KA Gaya Baru Malam Selatan (GBMS) di perlintasan sebidang KA tanpa palang pintu di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten, Minggu (14/1).
Kondisi mobil yang ringsek akibat tertabrak KA Gaya Baru Malam Selatan (GBMS) di perlintasan sebidang KA tanpa palang pintu di Desa Taji, Kecamatan Prambanan, Klaten, Minggu (14/1).

RADARKLATEN.COM - Ada dua korban dalam peristiwa kecelakaan Kereta Api (KA) Gaya Baru Malam Selatan (GBMS) dengan mobil di perlintasan sebidang KA tanpa palang pintu, Desa Taji, Kecamatan Prambanan pada Minggu (14/1) sore.

Mereka adalah Dimas 23 dan Bakroni Mastaji, 50 yang ternyata berstatus bapak-anak asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Diketahui mereka dalam perjalanan pulang dari Kalurahan Sambirejo, Kapenawon Prambanan, Kabupaten Sleman. Usai mensosialisasikan produk kesehatan dihadapan ibu-ibu PKK kelurahan setempat.

"Jadi mereka sebenarnya pulang dari mensosialisasi produk kesehatan di desa kami. Mengisi dalam kegiatan ibu-ibu PKK. Malah terjadi kecelakaan ini," ujar Rahmat Widodo yang merupakan warga Kalurahan Sambirejo, Kapenawon Prambanan, Sleman, Minggu (14/1).

Lebih lanjut, Widodo menjelaskan, bahwa lokasi Kalurahan Sambirejo memang berbatasan dengan Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Klaten. Korban melintasi ruas jalan yang terdapat perlintasan sebidang tanpa palang pintu tersebut.

"Kalau hendak menuju desa kami selalu dilewatkan di ruas Jalan Desa Taji- Desa Sengon itu. Memang menjadi salah satu aksesnya ke daerah kami," jelas Widodo.

Sementara itu, kejadian tersebut juga menarik perhatian warga setempat. Mengingat lokasi tersebut dikenal sering terjadi kecelakaan yang melibatkan KA dengan kendaraan bermotor.

"Saat terjadi kecelakaan tadi suaranya sangat kencang sekali. Tapi di lokasi kejadian memang sering terjadi kecelakaan kok. Setiap tahun pasti ada kejadian," ucap Giyarto, 57, warga Desa Taji, Kecamatan Prambanan saat ditemui di lokasi kejadian.

Lebih lanjut, Giyarto mengungkapkan, peristiwa laka di lokasi sering kali berulang. Bahkan yang menjadi korban tidak hanya pengendara mobil maupun sepeda motor. Tetapi pejalan kaki juga pernah menjadi korban.

Seperti diketahui ruas jalan yang bersimpangan dengan perlintasan sebidang KA tanpa palang pintu itu menghubungkan antara Desa Taji dan Sengon, Kecamatan Prambanan.

Termasuk sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Sleman. Mengingat lokasinya berada di daerah perbatasan.

"Padahal sebenarnya jalannya tidak begitu terlalu ramai. Tapi ruas jalan ini bisa sampai ke Boko maupun Tebing Breksi (Sleman, Red)," ujar Giyarto.

Giyarto mengaku sebenarnya warga pernah mengusulkan untuk diberi palang pintu serta petugas jaga. Hal itu untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan yang terus berulang. Tetapi nyatanya hanya ditambahi rambu-rambu papan peringatan saja.

Sementara itu, Camat Prambanan Puspo Enggar Hastuti membenarkan terkait sering terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang KA tanpa palang pintu di Desa Taji. Sekalipun sudah banyak rambu peringatan yang terpasang untuk berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api.

"Kalau warga setempat sudah biasa untuk melintasi perlintasan kereta api di Desa Taji. Kalau saya lihat korbannya warga dari luar kota sehingga belum paham. Sepertinya agak kaget ketika melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu dan petugas," ujar Puspo.

Lebih lanjut, Puspo mengungkapkan, penjagaan terharap perlintasan sebidang KA tanpa palang pintu di Desa Taji itu hanya dilakukan saat momen arus mudik dan balik lebaran setiap tahunnya.

Proses itu dilaksanakan oleh Satpol PP dan Damkar Klaten dengan menerjunkan petugas Linmas desa setempat untuk berjaga.

"Kalau sehari-harinya ya tanpa ada petugas jaga," ucapnya. (ren)

Editor : Damianus Bram
#kecelakaan #prambanan #klaten #KA Gaya Baru Malam Selatan #Kereta Api Tabrak Mobil #Kereta Api vs Mobil