Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kaki Kanan Anak Terinfeksi Polio di Manisrenggo Sudah Bisa Digerakan

Angga Purenda • Rabu, 17 Januari 2024 | 21:34 WIB
Kegiatan pencanangan imunisasi polio di Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo.
Kegiatan pencanangan imunisasi polio di Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo.

RADARSOLO.COM - Kondisi anak perempuan asal Kecamatan Manisrenggo yang terinfeksi virus polio dilaporkan terus membaik.

Anak perempuan berumur enam tahun berinisial NH itu terus menjalani fisioterapi yang dilakukan oleh Puskesmas Manisrenggo.

“Kondisi anak usia enam tahun yang kena polio di Manisrenggo terus membaik. Kaki kanan sudah bisa digerakan. Sementara kaki kirinya masih butuh pertolongan (untuk bisa digerakan, Red),” jelas Bupati Klaten Sri Mulyani saat ditemui sesuai pencanangan Sub PIN Polio di Desa Tanjungsari, Manisrenggo, Senin (15/1).

Lebih lanjut, Mulyani mengungkapkan, pemantauan terhadap kondisi anak memang terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten.

Hal itu sebagai upaya pencegahan agar virus polio yang memnyebabkan gangguan saraf dan kelumpuhan itu tidak menyebar.

Pengecekan di sekitar tempat tinggal anak yang terinfeksi virus polio di Manisrenggo juga sudah dilakukan.

Pengujian terhadap sampel feses 30 anak sehat dipastikan negatif virus polio.

Imunasi polio dengan sasaran 127.183 anak usia nol sampai tujuh tahun pun terus digencarkan dalam beberapa hari kedepan.

Baca Juga: Besok Bakal Digelar Imunisasi Polio Serentak di Klaten, Sasar 127 Ribu Anak

“Semoga kasus polio ini menjadi yang pertama dan terakhir di Klaten,” kata Mulyani.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten, Hanung Sasmito Wibowo menjelaskan, fisioterapi terhadap anak asal Manisrenggo yang terjangkit virus polio terus dilakukan.

“Selain fisioterapi, dari dinkes sendiri juga melakukan edukasi. Kakak serta adiknya kami dorong mendapatkan imunisasi lengkap. Kami juga imbau betul untuk menjaga sanitasi dan menjaga supaya status gizi anak baik,” ujar Hanung.

Lebih lanjut, Hanung mengungkapkan, nantinya akan ada evaluasi dari UNICEF setelah Sub PIN Polio selesai digelar dalam dua tahap.

Apabila sudah dinyatakan lolos, maka Klaten akan kembali statusnya sebagai kabupaten bebas polio.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak yang berdomisili di Manisrenggo diketahui terinfeksi virus polio pada Desember 2023.

Anak perempuan itu sebelumnya mengikuti ibunya di Sampang, Jawa Timur selama 1,5 bulan. Sebelum akhirnya kembali ke Klaten dengan sejumlah gejala seperti demam tinggi.

Anak tersebut juga mengalami penurunan kekuatan pada kakinya. Hingga akhirnya dibawa ke RSUP dr. Sardjito Jogjakarta.

Pada 20 Desember 2023 keluar hasil pengujian sampel anak tersebut dari laboratorium dan dinyatakan terinfeksi virus polio.

Dari riwayat imunisasi, anak itu sudah mendapatkan imunisasi polio tetapi belum lengkap yakni baru dua kali. Padahal dari ketentuan imunisasi lengkap sebanyak empat kali. (ren)

Editor : Damianus Bram
#polio #PIN #pekan imunisasi nasional #Dinkes Klaten #bupati klaten sri mulyani