Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

8 Ekor Kambing Hanyut Terseret Arus Kali Pepe Klaten saat Digembalakan

Angga Purenda • Minggu, 28 Januari 2024 | 04:15 WIB
Ilustrasi menggembala kambing.
Ilustrasi menggembala kambing.

RADARSOLO.COM - Hujan deras yang terjadi pada Sabtu (27/1), membuat debit air Kali Pepe di Desa Jemawan, Kecamatan Jatinom, Klaten meningkat.

Derasnya aliran air di Kali Pepe, mengakibatkan delapan ekor kambing hanyut terseret arus.

Delapan ekor kambing yang hanyut itu merupakan milik warga Dusun Sabrang, Desa Jemawan, Srihardi, yang sedang digembalakan di pinggir sungai.

“Ya benar memang ada kambing milik warga kami yang hanyut saat digembalakan di Kali Pepe. Jumlahnya ada delapan ekor,” ujar Kades Jemawan Joko Purnomo.

Dikatakan Joko, hanyutnya delapan ekor kambing itu terjadi pada pukul 14.00 WIB.

Tapi baru dilaporkan ke Pemerintah Desa Jemawan sekira pukul 17.00 WIB.

Maka dari itu, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten maupun pihak terkait lainnya.

Joko menceritakan, kejadian bermula saat Srihardi menggembalakan kambingnya, persis di pinggir Kali Pepe.

Saat itu, kondisi debit air belum mengalami peningkatan.

Sehingga Srihardi menduga bagian hulu sungai tersebut sudah turun hujan sehingga debit air mengalami peningkatan signifikan.

“Daerah atas (hulu) sudah hujan, tapi Jemawan masih gerimis. Saat itu, pemilik dalam posisi meninggalkan kambing di pinggir Kali Pepe untuk pulang ke rumah," papar Joko.

Baca Juga: Tak Hanya Kesal ke Korban, Ini Alasan Ayah Tiri Tega Aniaya Balita di Boyolali

Namun, saat kembali lagi ke lokasi, kambing-kambingnya sudah terbawa arus. Karena debit air sudah meninggi.

Sampai saat ini, kambing milik Srihardi belum ditemukan.

Pihak desa masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk rencana pencarian kambing yang terbawa arus.

Sementara itu, Kapolsek Jatinom AKP Nahrowi membenarkan terkait hujan deras yang terjadi di wilayahnya.

Hal itu membuat selokan di wilayah Kota Jatinom tidak mampu menampung air hujan, sehingga meluap ke jalan.

Menurut dia, dari tahun ke tahun, kondisinya memang seperti itu.

"Kalau curah hujan tinggi, air meluap ke jalan. Hanya luapan dari selokan kemudian langsung surut,” ujar Nahrowi.

Lebih lanjut, Nahrowi menjelaskan, saat hujan deras hari ini juga terjadi pohon tumbang di wilayah Jatinom.

Pohon tumbang itu sempat menutup ruas jalan. Tapi langsung ditangani personel TNI, Polri dan relawan. (ren/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#kambing #klaten #hanyut #Kali Pepe #jatinom