RADARSOLO.COM – Gelaran Festival Durian Jatinom di Lapangan Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom pada Sabtu (27/1) mendapatkan sambutan positif Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten.
Diharapkan acara yang digelar Pemerintah Kecamatan Jatinom itu bisa mendorong sentra hadirnya sentra durian di wilayah setempat.
Kepala DKUKMP Klaten Anang Widjatmoko bercerita dirinya sedikit banyak tahu terkait festival durian itu karena sebelumnya pernah menjadi Sekcam Jatinom.
"Saya melihat animo dari masyarakat luar biasa. Pernah diajak diskusi semacam transit atau rest area khusus durian (di Jatinom),” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (29/1).
Anang mengungkapkan, gagasan untuk menghadirkan sentra durian di wilayah Jatinom sudah bergulir sejak lama.
Terutama untuk ditempatkan di pinggir jalan karena buah durian di kecamatan setempat cukup potensial.
”Saya jalan-jalan (di Festival Durian Jatinom) potensi UKM luar biasa. Produk pertanian dan perdagangannya laris semua. Harapannya bisa berkembang baik,” ujar Anang.
Kedepannya, Anang tetap mengharapkan agar sentra buah durian di Jatinom bisa direalisasikan.
Menjadikan pengunjung dari berbagai daerah bisa langsung menuju ke lokasi untuk membeli dan menikmati buah durian lokal Jatinom.
Salah seorang pedagang durian asal Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom, Sarmini, 52, menyambut positif atas digelarnya festival pada akhir pekan lalu. Mengingat memberikan dampak pada penjualannya yang naik beberapa kali lipat dari biasanya.
”Dalam sehari bisa menjual 40 buah sampai 50 buah durian. Tapi waktu festival kemarin bisa mendongkrak penjualan sampai 200 persen,” ucap Sarmini yang sehari-harinya menjual buah durian di depan Lapangan Desa Randulanang ini.
Lebih lanjut, Sarmini mengungkapkan, buah durian yang didapatkan selama ini dari hasil panen kebunnya sendiri.
Biasanya baru panen pada Desember yang dijual dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 75 ribu. Harga yang bervariasi sesuai ukuran dan jaminan cita rasanya.
”Kalau yang harganya Rp 75 ribu itu sudah pasti enak. Kalau cita rasa durian lokal Jatinom itu manis-manis pahit. Justru banyak yang cari,” ujar Sarmini. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram