Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jokowi Cek Ketersedian Beras di Gudang Bulog Klaten, Stok Aman Sampai Lebaran

Angga Purenda • Kamis, 1 Februari 2024 | 02:46 WIB
Presiden Jokowi saat mengecek ketersediaan beras di Gudang Bulog, Desa Meger, Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (31/1).
Presiden Jokowi saat mengecek ketersediaan beras di Gudang Bulog, Desa Meger, Kecamatan Ceper, Klaten, Rabu (31/1).

RADARSOLO.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecek ketersediaan beras di gudang Bulog Desa Meger, Kecamatan Ceper saat menggelar kunjungan kerja di Kabupaten Klaten, Rabu (31/1).

Jokowi didampingi Kepala Badan Pangan Nasional (Bappanas) Arief Prasetyo dan Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi.

Serta tampak pula Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan Bupati Klaten Sri Mulyani.

Selain mengecek ketersediaan beras, Jokowi juga melakukan penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP).

Ada sekira 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima bantuan secara langsung di lokasi.

Mereka berasal dari tiga desa di Kecamatan Klaten Utara. Yakni Desa Belangwetan, Ketandan dan Sekarsuli.

Masing-masing keluarga penerima manfaat itu mendapat 10 kg beras.

“Cadangan beras pemerintah diberikan pada Januari, Februari dan Maret. Kemudian setelah itu April, Mei dan Juni. Nanti setelah Juni akan lihat APBN. Kalau memang memungkinkan akan dilanjutkan,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi memastikan, bantuan yang diberikan merupakan beras premium.

Dia pun meminta para keluarga penerima manfaat untuk langsung mengecek beras yang diterima.

“Saya jamin sudah baik. Ini (bantuan pangan cadangan beras pemerintah) diberikan kepada 22 juta KPM di seluruh Tanah Air,” ujar Jokowi.

Sementara itu, Kepala Bappanas Arief Prasetyo mengungkapkan, Presiden Jokowi sebelumnya juga mengecek ketersediaan stok beras di gudang Bulog, Kabupaten Bantul, DIY.

Dilanjutkan melakukan hal serupa di gudang Bulog Desa Meger, Kecamatan Ceper, Klaten, serta sejumlah daerah lain di Jateng.

“Pada saat bersamaan Presiden Jokowi juga meminta kami untuk memastikan ketersediaan (beras). Terutama sampai 11 April 2024, itu Lebaran. Kami memastikan stok beras akan cukup sampai Lebaran,” ucap Arief.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan, pada Maret mendatang, para petani akan mulai panen.

Diperkirakan panen petani bisa menghasilkan 3,5 juta ton beras. Atau di atas kebutuhan nasional yang per bulannya sebesar 2,5 juta ton.

Saat itu, pihaknya akan stop impor beras. Selanjutnya akan menyerap beras lokal guna mempertahankan harga di tingkat petani tetap baik.

“Kalau ada yang menyampaikan harga di tingkat petani jatuh dan di bawah, itu tidak. Hari ini di tingkat petani untuk nilai tukar pangan (NTP) merupakan harga terbaik pada tahun ini," papar Arief.

"Harga di petani tinggi, untuk gabah Rp 7.000 sampai Rp 8.000,” imbuh dia.

Arief menambahkan, penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah dilakukan karena memang dibutuhkan oleh masyarakat keluarga penerima manfaat.

Sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat saat ini dunia sedang dilanda krisis pangan.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyampaikan, bantuan pangan ini merupakan program pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Menurutnya, penyaluran bantuan pangan menjadi hal yang penting untuk dilakukan saat ini.

“Bantuan pangan akan terus berjalan sampai bulan Juni, seperti yang disampaikan bapak presiden. Program SPHP juga akan terus berjalan. Diharapkan mampu menahan gejolak harga pangan,” ujarnya.

Salah satu penerima bantuan pangan, Agus Harjanto, 54, asal Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara mengaku senang menerima beras 10 kg setiap bulannya.

Dia pun berharap bantuan pangan itu bisa berkelanjutan.

“Saya senang bisa menerima bantuan ini. Soalnya ini baru pertama kali menerima bantuan beras dari pemerintah. Terakhir kali waktu Covid-19 lalu,” ujar Agus. (ren/ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#cadangan beras pemerintah #keluarga penerima manfaat #klaten #jokowi #bantuan pangan #bulog