RADARSOLO.COM – Petani di Kecamatan Gantiwarno kini dihadapkan pada potensi sawah tergenang akibat hujan deras. Terutama selama musim hujan saat ini. Termasuk dihadapkan pada kemunculan hama keong.
Seperti yang dirasakan petani asal Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Murni, 55, yang sudah melakukan penanaman ulang sebanyak tiga kali. Hal ini disebabkan lahan sawah miliknya tergenang air banjir.
”Kalau yang saat ini saya tanam ulang, baru dua kali ini. Ini sawah milik keponakan. Kalau tempat saya sudah tiga kali ini,” ujar Murni, Selasa (6/2/2024).
Murni menambahkan, air yang menggenangi lahan persawahannya dikarenakan hujan deras hingga membuat saluran air atau sodetan meluap.
Hal itu membuat Murni harus menanam ulang pada satu patok sawah yang luasnya lebih kurang dua ribu meter persegi. Mengingat kondisinya mengalami kerusakan.
Untuk tanam ulang butuh biaya membeli bibit sekira Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu. Biaya itu yang harus ditanggung Murni setiap kali menanam ulang.
”Ini juga sejumlah tanaman padi juga mulai muncul keong. Tanamannya pada di makan,” tambah Murni.
Camat Gantiwarno Veronica Retno Setyaningsih menjelaskan, lahan persawahan yang sempat terendam air setelah diguyur hujan deras tidak hanya Desa Ngandong. Tetapi juga Desa Kerten.
”Soalnya memang ada sodetan yang dibangun. Tetapi karena sungai mengalami pendangkalan, ketika volume penuh, airnya dari sodetan tidak bisa mengalir sehingga balik lagi. Itu yang membuat airnya masuk ke sawah,” ujar Retno.
Retno menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Klaten terkait lahan persawahan yang terendam tersebut.
Termasuk pendataan serta tindak lanjutnya sehingga petani tidak mengalami kerugian berulang kali. (ren/adi)
Editor : Damianus Bram