RADARSOLO.COM - Jumlah petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) Pemilu 2024 yang meninggal dunia di Klaten bertambah lagi.
Petugas KPPS bernama Joko Basuki, 55, meninggal dunia di Rumah Sakit PKU Muhammdiyah Pedan pada Kamis (15/2) sore.
Joko diketahui bertugas di TPS 11 Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper.
Dia merupakan petugas KPPS kedua yang meninggal di Klaten.
Setelah sebelumnya, petugas KPPS di TPS 04 Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno bernama Dewi Indriyani, 43, meninggal pada Kamis (15/2) dini hari.
"Terkait kabar itu (anggota KPPS TPS II Desa Tegalrejo meninggal, Red) betul. Meninggalnya sore tadi sekira pukul 16.00," jelas Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Klaten, Muhammad Ansori, Kamis (15/2).
Ansori mengatakan, berdasarkan informasi, almarhum mengikuti proses pemungutan dan penghitungan suara hingga selesai.
Bahkan pada Kamis (15/2) pagi sempat melakukan koordinasi di Kantor Desa Tegalrejo.
"Kalau capek ya capek. Tapi belum ada tanda-tanda. Tapi sekira pukul 16.00, kami mendapat kabar baru bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia," ujar Ansori.
Ansori tidak mengetahui pasti penyebab meninggalnya almarhum.
Mengingat yang bersangkutan telah menjalankan tugasnya sebagai anggota KPPS hingga selesai dalam kondisi sehat.
Ia mengungkapkan, dari pihak keluarga juga terkejut dengan meninggalnya Joko Basuki.
Sebab, sebelumnya almarhum tidak mengeluhkan apapun.
"Sampai saat ini berdasarkan data yang masuk ke KPU Klaten untuk anggota KPPS yang meninggal dunia ada dua orang. Semoga tidak ada data lagi," ujar Ansori.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radarsolo.com, jenazah Joko hendak dimakamkan di tempat pekamaman umum (TPU) di Batur, Ceper pada Jumat (16/2) sekira pukul 10.00.
Almarhum meninggalkan istri dan seorang anak.
Sebelumnya, anggota KPPS Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno meninggal dunia, Kamis (15/2) dini hari.
Dia adalah Dewi Indrayani Koesnadi, 43, yang bertugas sebagai KPPS di TPS 04 Desa Karangturi bagian pendaftaran pemilih. (ren/ria)
Editor : Syahaamah Fikria